HIPMI Sebut PAD Cilegon Bocor karena Investasi Tak Dinikmati Pengusaha Lokal

 

CILEGON – Tingginya investasi asing (PMA) yang masuk ke Kota Cilegon tidak langsung berimplikasi terhadap pendapatan asli daerah.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon, Ivan Ferdiansyah, mengindikasikan adanya potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Berdasarkan riset internal HIPMI Kota Cilegon, kami menemukan dugaan adanya kebocoran pendapatan daerah pada tahun 2020–2021,” ujar Ivan, Senin (12/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa temuan tersebut didasarkan pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan penurunan signifikan realisasi PAD.

“Di tahun 2020, PAD tercatat sebesar Rp717,4 miliar, namun menurun menjadi hanya Rp630,9 miliar pada tahun 2021. Padahal, di tahun yang sama, sejumlah investasi asing besar seperti Lotte dan Indonesia Power (IP) masuk ke Cilegon,” jelasnya.

Ivan menekankan bahwa kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat pembangunan dan potensi ekonomi daerah.

Karena itu, HIPMI mendorong pemerintah untuk tidak bersikap pasif terhadap kehadiran proyek-proyek besar, termasuk pembangunan PT Chandra Asri Alkali di Cilegon.

“HIPMI mendorong pemerintah untuk menjadi penaung bagi para pengusaha lokal agar bisa terlibat secara aktif dalam setiap proyek pembangunan. Keterlibatan ini akan berdampak langsung terhadap kontribusi pajak yang masuk ke daerah,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Irkham.

Ia menegaskan pentingnya peran pengusaha lokal dalam rantai pasok investasi.

“Ketika pengusaha lokal diberi ruang untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan seperti PT CAA, maka akan terjadi peningkatan pendapatan pajak yang langsung dinikmati oleh Kota Cilegon,” ujar Irkham pada kesempatan yang sama.

Ia pun mengingatkan, tanpa keterlibatan aktif pemerintah, proyek-proyek besar tersebut akan lebih banyak dinikmati oleh pengusaha dari luar daerah, dan Cilegon kehilangan potensi pendapatan dari dana bagi hasil pajak daerah.

Sebagai langkah konkret, Ivan berharap pemerintah segera memfasilitasi pertemuan atau sesi hearing antara HIPMI dan pelaku industri yang beroperasi di Cilegon, guna memastikan sinergi dan kontribusi maksimal terhadap perekonomian daerah. (*/ARAS)

CilegonHIPMIPengusaha Lokal
Comments (0)
Add Comment