CILEGON – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon tahun ini terasa sangat istimewa.
Rumah sakit milik pemerintah daerah ini resmi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai rumah sakit rujukan untuk layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi), dengan fokus utama pada penanganan kanker dan kardiovaskular.
Plt. Direktur Utama RSUD Cilegon, dr. Ratu Robiatul Alawiyah, mengungkapkan bahwa penunjukan ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan standar mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
”RSUD Kota Cilegon dipilih oleh Kementerian Kesehatan untuk layanan KJSU, khususnya kanker dan kardiovaskular. Hal ini menjadikan kami sebagai prioritas dalam pengembangan layanan tersebut,” ujar dr. Ratu di sela perayaan HUT ke-25 RSUD Cilegon, Kamis (30/4/2026).
Mengusung tema “Juara Dalam Melayani Menuju Cilegon Maju”, RSUD Cilegon berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima yang tidak hanya terbatas bagi warga Cilegon, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas dari berbagai daerah.
”Meskipun lokasi kami di Cilegon, pelayanan kami bersifat inklusif untuk siapa saja. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan layanan kesehatan yang optimal dan profesional,” tambahnya.
Selain peningkatan status rujukan, RSUD Cilegon juga terus melakukan ekspansi infrastruktur.
Saat ini, gedung baru berlantai lima telah mulai dioperasikan secara bertahap untuk menampung kebutuhan pasien yang terus meningkat.
- Lantai Dasar: Difokuskan untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kini lebih representatif.
- Kapasitas IGD: Tersedia sekitar 20 tempat tidur baru, lengkap dengan fasilitas persalinan PONED untuk menangani kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi.
- Layanan Spesialis: Penguatan poli spesialis yang sudah ada, mulai dari penyakit dalam, mata, THT, hingga layanan subspesialis lainnya.
Kendati terus berinovasi, dr. Ratu mengakui bahwa transformasi layanan kesehatan yang masif memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran.
”Kami tetap membutuhkan dukungan penuh, terutama terkait alokasi anggaran untuk terus melengkapi fasilitas dan sarana penunjang medis. Hal ini demi mewujudkan visi pelayanan kesehatan yang paripurna,” pungkasnya.***