Investasi Rp62 Triliun dan Diresmikan Presiden, PT Lotte Disinggung Warga Cilegon: Hanya Beri Beras, Mie dan Minyak

 

CILEGON – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (6/11/2025) kemarin.

Proyek strategis nasional (PSN) itu memiliki nilai investasi fantastis mencapai USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun, menjadikannya salah satu investasi petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Namun di balik megahnya peresmian tersebut, suara kritis muncul dari warga lokal.

Seorang warga Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Didin, menyinggung sikap perusahaan raksasa itu yang dinilainya belum berpihak pada masyarakat sekitar.

Ia turut mengulas, warga hanya mendapatkan bantuan sembako setelah kegiatan flaring atau pembakaran gas dari cerobong pabrik, yang disebutnya turut berdampak pada lingkungan dan warga setempat.

“Lagi-lagi mohon maaf, bicara tentang Lotte ya. Kalau bicara masyarakat, jangan hanya memberikan sembako, mie lima bungkus, kemudian minyak. Itu bukan solusi,” ujar Didin kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan, esensi dari kehadiran industri besar di tengah masyarakat semestinya bukan sekadar bagi-bagi sembako, melainkan juga membuka peluang bagi warga lokal untuk berpartisipasi langsung dalam proses pembangunan dan operasional perusahaan.

“Substansinya jelas, industri yang berdiri di tengah masyarakat harus memanfaatkan potensi masyarakat. Mulai dari perekrutan tenaga kerja yang saat ini dianggap semrawut, mohon diinventarisasi agar warga bisa ikut serta dalam kegiatan pembangunan Lotte, baik hari ini maupun ke depan,” tegasnya.

Didin juga menekankan pentingnya perhatian perusahaan terhadap struktur sosial masyarakat sekitar.

“Tujuannya membangun sumber daya manusia agar mendapatkan penghasilan layak karena dipekerjakan di Lotte. Selain itu, Lotte harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan struktur sosial masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aktivitas industri,” katanya.

Meski demikian, Didin menegaskan bahwa warga tetap mendukung keberadaan industri di Kota Cilegon selama perusahaan mampu membangun sinergi yang sehat dengan masyarakat sekitar.

“Industri kita dukung keberadaannya, tapi harus bersinergi dengan masyarakat, terutama yang terdekat. Bicara tentang industri, bicara tentang simbiosis mutualisme saling menguntungkan,” ucapnya.

“PT Lotte di Cilegon ini harus jadi jembatan dengan masyarakat, bukan sekadar simbol investasi besar. Dan masyarakat yang dimaksud bukan hanya Warnasari dan Grogol, tapi masyarakat Kota Cilegon secara keseluruhan,” tambahnya.

Sebagai informasi, PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) merupakan pabrik petrokimia yang berlokasi di kawasan industri Cilegon, Banten. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi 1 juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, dan 250 ribu ton polypropylene per tahun.

Proyek Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) sendiri merupakan bagian dari kompleks petrokimia terintegrasi yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment