Jelang Musim ‘Baratan’, HNSI Cilegon Fokus Kemaritiman dan Ketahanan Pangan Nasional

 

CILEGON – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon tengah melakukan pembenahan internal dalam rangka menghadapi musim baratan (curah hujan tinggi) sekaligus memperkuat peran nelayan pada sektor kemaritiman dan ketahanan pangan nasional.

Ketua HNSI Kota Cilegon, Supriyadi, mengatakan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan berbagai elemen, termasuk para ketua rukun nelayan di wilayah pesisir.

“HNSI sedang berbenah diri terkait sejumlah hal yang perlu dikoordinasikan, salah satunya dengan para ketua rukun nelayan,” kata Supriyadi di Cilegon, Senin (8/9/2025).

Ia menjelaskan, terdapat 11 pangkalan nelayan di Cilegon yang kondisi dan keberadaannya erat kaitannya dengan isu kemaritiman maupun ketahanan pangan nasional.

“Tentu kami ingin HNSI Cilegon dilibatkan dalam program ketahanan pangan nasional, khususnya yang berkaitan dengan bidang kelautan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supriyadi menyinggung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang perlu mendapat perhatian serius para pemangku kepentingan.

Hal ini mengingat masih adanya hasil tangkapan ikan yang terbuang karena keterbatasan fasilitas lelang.

“Ada program Gemari, mudah-mudahan inisiatif ini mendapat atensi para stakeholder. Saat ini banyak ikan tangkapan yang terbuang karena tidak ada tempat pelelangan, sehingga perlu diprioritaskan dalam program kami,” jelasnya.

Menghadapi musim baratan yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Februari, HNSI Cilegon juga menyiapkan strategi diversifikasi usaha bagi nelayan, mengingat aktivitas melaut akan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Dalam empat bulan musim baratan, nelayan akan diarahkan untuk mengembangkan kegiatan di darat, seperti pelatihan budidaya ikan air tawar, sekaligus memperkuat program Gemari. Dengan begitu, nelayan tetap bisa produktif meski aktivitas melaut terbatas,” tuturnya.(*/Nandi).

HNSI CilegonKemaritimanKetahanan Pangan
Comments (0)
Add Comment