CILEGON – Menjelang bulan suci Ramadan, pemerintah bersama unsur TNI dan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Kelapa, Senin (16/2/2026).
Sidak dipimpin langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, bersama Dandim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Satgas Pangan dari Polres Cilegon.
Melalui video yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Robinsar menegaskan bahwa sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
“Hari ini kita melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Kelapa menjelang Ramadan bersama Pak Dandim, Pak Kadis, dan juga Satgas Pangan dari Polres Cilegon,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis.
“Cabai merah naik hingga Rp90 ribu per kilogram, di luar HET. Daging ayam juga mulai naik, sementara daging sapi masih standar dan normal,” ungkapnya.
Robinsar menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika terjadi lonjakan harga maupun kelangkaan barang.
“Ke depan, jika ada bahan pokok yang langka atau harganya tinggi, pemerintah melalui Disperindag akan melakukan operasi pasar untuk mengintervensi harga,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim Kodim 0623/Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan langkah awal untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi.
“Setelah mengetahui komoditas yang mengalami kenaikan cukup pesat, terutama cabai rawit yang hampir 100 persen naik, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, data hasil sidak akan menjadi dasar perumusan kebijakan lanjutan bersama pemerintah daerah.
“Kita sudah mengetahui datanya, kenaikannya, dan momentumnya menjelang Ramadan. Ke depan akan kita formulasikan seperti yang disampaikan Pak Wali,” katanya.
Dandim juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menghindari aksi borong yang justru dapat memperparah situasi.
“Masyarakat tidak perlu panik dan jangan memborong bahan pokok. Kehadiran kami untuk mengintervensi agar tidak terjadi kepanikan,” tegasnya.
Terkait kemungkinan penimbunan oleh oknum tertentu, Dandim memastikan pengawasan telah berjalan ketat.
“Satgas Pangan dari Polres Cilegon terus melakukan monitoring. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan,” pungkasnya. ***