CILEGON – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon mendorong terbentuknya sebuah forum strategis yang menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pelaku industri.
Inisiatif itu digagas bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif, harmonis, dan berkeadilan di Kota Baja.
Ketua PCNU Cilegon, Erick Rebiin, menjelaskan bahwa forum ini akan menjadi ruang aspirasi dan aduan baik dari warga sekitar maupun pihak industri.
Menurutnya, inisiatif ini lahir dari semangat membangun sinergi untuk mengurai persoalan-persoalan yang kerap kali terkendala oleh minimnya komunikasi.
“Insyaallah kami dari PCNU Cilegon akan membentuk satu wadah yang bisa menampung keluhan dari masyarakat maupun industri. Kita akan cari titik temu, di mana selama ini terjadi hambatan komunikasi,” ujar Erick, Jumat (11/7/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan di lapangan.
“Kita ingin Cilegon bisa duduk bersama dengan industri. Sejarah mencatat, masyarakat Cilegon adalah masyarakat yang terbuka terhadap investasi dan pembangunan industri. Tapi kenapa sekarang komunikasi justru kerap tersendat?” katanya.
Erick menyebut bahwa forum yang akan dibentuk nantinya akan melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, hingga kalangan industri.
Bahkan, PCNU berharap pemerintah dapat memberikan dasar hukum formal terhadap forum tersebut.
“Kita akan usulkan agar forum ini mendapat payung hukum, baik melalui keputusan Walikota maupun Peraturan Daerah (Perda). Ke depan, forum ini bukan sekadar diwakili, tetapi kami mendorong agar Wali Kota menjadi bagian langsung di dalamnya, bersama Kapolres, Dandim, Kejari, dan lainnya,” jelasnya.
Menurut Erick, kehadiran para pengambil kebijakan di forum tersebut akan mempercepat proses penanganan isu-isu krusial yang berkaitan dengan hubungan masyarakat dan industri.
“Kalau hanya diwakilkan, akan lambat prosesnya karena harus menunggu laporan dan sebagainya. Tapi kalau para pemangku kebijakan hadir langsung, keputusan bisa diambil dengan cepat dan tepat,” katanya.
Rencananya, dalam waktu dekat PCNU akan mengundang sejumlah perwakilan elemen masyarakat untuk membahas bentuk dan mekanisme forum tersebut.
“Kita ingin forum ini juga membuka ruang dialog yang setara antara industri dan masyarakat. Karena pada akhirnya, keduanya adalah mitra yang harus hidup berdampingan dalam harmoni. Sebab keamanan dan ketentraman hanya bisa dirasakan bersama jika kita saling memahami dan bersatu,” pungkasnya.(*/Nandi).