CILEGON – Job Matching yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 9 Desember 2017, nampaknya tak akan mencapai target yang diekspektasikan oleh panitia.
Pasalnya, dari data yang dikumpulkan panitia per hari ini, Kamis (7/12/2017), peserta yang melamar di Job Matching baru sekitar 400-an orang lebih. Kurang dari target panitia yaitu 10.000 pencari kerja yang akan melamar di acara Job Matching yang digelar di Halaman Kantor DPRD Kota Cilegon ini.
Panitia acara Nunung Syarif mengatakan, Job Matching yang digagasnya ini sudah melalui tahap sosialisasi yang intens, mulai dari media sosial, surat menyurat sampai media konvensional. Sedikitnya, terdapat 40 perusahaan yang mengikuti acara ini.
“Data formulir per hari kemarin sekitar 400-an lebih pelamar. Kami mentargetkan sampai akhir acara terdapat 10.000 pelamar. Berat sih tembus ke angka itu, tapi kami tetap ikhtiar,” ungkapnya.
Nunung menambahkan, Job Matching ini baru dilakukan pada tahun 2017 ini. Sesuai Instruksi Presiden No 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Pendidikan SMK.
Tujuan diadakannya Job Matching ini sebagai penghantar siswa lulusan SMK kepada pemangku industri yang kami pertemukan di acara ini.
“Jadi kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tidak melepas begitu saja siswa-siswi yang sudah lulus. Ini adalah moment untuk menghantarkan mereka kepada pemangku industri. Istilahnya mah pengantar,” imbuhnya.
Sementara itu, Rian Tisna dari manajemen PT Mitra Sendang Kemakmuran (MSK) yang bergerak di bidang Marketing Otomotif mengikuti acara Job Matching ini untuk mencari pegawai baru di bidang marketing.
“Dari hari kemarin di kami ada 38 pelamar. Kami membutuhkan sekitar 15-20 orang untuk ditempatkan di beberapa lokasi, termasuk Cilegon dan Serang,” tuturnya.
“Kalo di Cilegon baru kali ini mengikuti Job Matching. Kalau di Serang sering ikutan Job Fair,” jelas Rian. (*/Cholis)