Kadin Cilegon Sebut Proyek CAA Saat Ini Belum Ada Pekerjaan untuk Pengusaha Lokal Masih Tahap Persiapan

 

CILEGON – Sejumlah pengurus organisasi dan asosiasi pengusaha dan pihak pengembang proyek Chandra Asri Alkali (CAA) di Kota Cilegon kembali dikumpulkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (29/7/2025).

Proyek besar pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali (CAA) di Kota Cilegon kembali menjadi perhatian, khususnya soal keterlibatan pengusaha lokal.

Hingga akhir Juli 2025, persoalan distribusi pekerjaan kepada perusahaan lokal masih belum sepenuhnya jelas.

Untuk membahas hal tersebut, DPMPTSP Kota Cilegon kembali mengumpulkan asosiasi pengusaha dan pihak-pihak terkait dalam sebuah pertemuan tertutup.

Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah pengurus organisasi dan asosiasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon. Selain itu, perwakilan dari kontraktor utama proyek CAA juga hadir.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Kadin Cilegon, Huluful Fahmi, menyampaikan bahwa upaya koordinasi masih terus berjalan.

Menurutnya, pertemuan seperti ini penting untuk menyamakan informasi terkait perkembangan proyek dan akses pekerjaan bagi pengusaha lokal.

“Nanti kita akan terus melakukan pertemuan, pematangan-pematangan, jadi setiap perubahan dikomunikasikan dalam pertemuan semacam ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Sebelumnya, pertemuan serupa juga dilaksanakan DPMPTSP Kota Cilegon pada Jumat (25/7/2025) dengan hasil pertemuan yaitu menunjuk Kadin Cilegon sebagai koordinator pengaju.

Dijelaskan Fahmi, hingga saat ini Kadin Cilegon masih ditunjuk sebagai koordinator untuk menghimpun daftar perusahaan lokal yang ingin terlibat dalam proyek tersebut.

“Kita ini ditunjuk koordinator untuk ngelist perusahaan teman-teman yang ingin masuk, mengakses pekerjaan itu,” jelas Fahmi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pekerjaan di proyek tersebut belum mulai, karena masih berada dalam fase awal.

“Belum ada pekerjaannya, kan masih preparation, semua masih dalam tahap persiapan,” katanya.

Fahmi juga mengungkapkan bahwa belum ada tenggat waktu pasti kapan pekerjaan akan dimulai, karena dokumen-dokumen penting seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga belum tersedia.

“Kalau target waktu tergantung mereka, tadi belum ada waktunya, belum ada tenggat waktunya, harapannya bulan Agustus lah bisa, tapi ini lagi-lagi, RAB-nya juga belum ada,” imbuhnya.

Meski proses berjalan lambat, ia menegaskan bahwa komunikasi antara pengusaha lokal, pemerintah, dan pihak pengembang tetap berjalan baik.

Hubungan yang baik ini disebut sebagai modal penting untuk mendorong keterlibatan lokal dalam proyek nasional tersebut.

“Ke depan pelan-pelan kalau sudah nyaman, komunikasinya baik dan hubungan baik itu yang kita jaga atas inisiasi pemerintah,” jelasnya.

Menanggapi adanya isu ketidakharmonisan atau ketegangan antar asosiasi dengan Kadin, Fahmi membantah dan menegaskan bahwa suasana komunikasi tetap positif.

“Enggak! sudah baik kok, apa yang gak baik, kita terus melakukan upaya-upaya kan,” tegasnya. (*/ARAS)

Kadin CilegonPengusaha Lokalproyek caa
Comments (0)
Add Comment