CILEGON– Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon awal tahun 2022 ini adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cilegon.
Demikian disampaikan oleh Dr. Sri Rezeki Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2) Dinkes Cilegon saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis, (24/2/2022).
Berdasarkan data yang diterima Fakta Banten pekan ke-2 bulan Januari 2022 terdapat 28 kasus DBD di kota Cilegon dan terus mengalami peningkatan, kini data per Februari 2022 menjadi 69 kasus DBD.
Dr. Sri Rezeki menyampaikan ada 3 wilayah kecamatan yang paling banyak mengalami kasus DBD yakni Kecamatan Purwakarta, Cilegon dan Cibeber namun ia tidak menjelaskan secara rinci jumlah kasus setiap wilayah tersebut.
Dengan adanya peningkatan kasus DBD tersebut dari Dinas kesehatan kota Cilegon sudah mengeluarkan surat himbauan kepada Kepala Puskesmas, Camat dan Lurah untuk mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M plus.
Adapun 3M Plus adalah upaya untuk tidak adanya perkembanganbiakan pada nyamuk dengan cara:
1. Menguras atau membersihkan tempat yang sering menjadi penampungan air.
2. Menutup penampungan air
3. Membuang dan menutup barang bekas yang dapat menampung air.
Serta melakukan hal lainnya seperti perbaiki saluran air yang tidak lancar atau rusak, membersihkan penampungan air bawah di dispenser, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk dan lain sebagainya.
Dr. Sri Rezeki meminta agar masyarakat terus menerapkan PSN dan 3M Plus supaya jentik nyamuk tidak menjadi nyamuk dewasa dan DBD bisa di tekan.
“Kami mohon kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sehingga tidak ada tempat jentik nyamuk berkembang menjadi nyamuk dewasa kalau memang masyarakat sudah menjaga kasus DBD bisa kita tekan,” pungkasnya. (*/Nas)