Kemenag Cilegon Serukan Pendidikan Akhlak Benteng Utama Cegah Bullying

 

CILEGON – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon menegaskan pentingnya pendidikan akhlak sebagai benteng utama untuk mencegah tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Respons tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus bullying di dunia pendidikan. Kasus terbaru terjadi di Provinsi Banten, tepatnya di SMPN 19 Tangerang Selatan, di mana seorang siswa berinisial MH (13) meninggal dunia setelah mengalami perundungan dan sempat dirawat intensif di RS Fatmawati beberapa Minggu kebelakang.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kota Cilegon, Soleh Gunawan, menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara disengaja dan berulang untuk menyakiti atau merendahkan orang lain.

“Bullying adalah tindakan menyakiti atau merendahkan orang lain secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis, oleh pelaku yang merasa lebih kuat,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Ia menegaskan, perundungan dapat terjadi di mana saja, termasuk sekolah maupun madrasah, dan berpotensi menimbulkan dampak negatif jangka panjang baik bagi korban maupun pelaku.

Kemenag Cilegon, kata dia, sebagai pembina dan pengawas lembaga pendidikan madrasah, mengimbau seluruh madrasah agar memastikan lingkungan belajar tetap aman, nyaman, dan penuh kasih bagi semua peserta didik.

Soleh juga mengingatkan seluruh elemen madrasah mulai dari guru, siswa, orang tua, komite madrasah, kepala madrasah hingga tenaga keamanan untuk tidak mentolerir perundungan dan segala bentuk kekerasan.

“Madrasah diharapkan dapat membangun budaya anti-kekerasan secara menyeluruh, mengajarkan siswa untuk berani membela diri dan melapor, serta memperkuat pembelajaran akhlak dan budi pekerti di samping ilmu pengetahuan umum,” serunya.***

Comments (0)
Add Comment