CILEGON – Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kontribusi Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) dalam mendukung peningkatan produksi padi di Kota Cilegon sepanjang 2025.
Peningkatan produksi tersebut dinilai sebagai capaian positif di tengah karakter Cilegon sebagai kota industri. Sinergi lintas sektor, baik pemerintah maupun non-pemerintah, disebut menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Fajar mengungkapkan, produksi padi di Kota Cilegon mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, hasil panen tercatat sekitar 10.500 ton, sementara pada 2025 meningkat menjadi 13.500 ton.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif petani, penyuluh pertanian, serta dukungan berbagai elemen non-pemerintah, termasuk YBBN. Kolaborasi yang terbangun dinilai mampu menghasilkan kinerja sektor pertanian yang optimal.
“Kami di Cilegon sangat terbantu oleh petani dan penyuluh yang luar biasa, termasuk dukungan dari unsur non-pemerintah seperti Yayasan Bela Negara,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, komunikasi dan kerja sama yang solid antara unsur vertikal dan non-vertikal menjadi fondasi utama keberhasilan peningkatan produksi pertanian.
Selain produksi, Fajar juga menyinggung capaian Luas Tambah Tanam (LTT). Untuk bulan berjalan, LTT di Kota Cilegon tercatat mencapai sekitar 500 hektar.
“Ini tidak bisa dicapai oleh satu instansi saja. Semua pihak harus bergerak bersama, terutama petani di lapangan,” katanya.
Fajar menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian di tengah pesatnya pembangunan industri.
Ia menyebut Cilegon patut bersyukur masih memiliki lahan pertanian yang perlu terus dirawat dan dikembangkan melalui program berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memberikan dukungan kepada petani, salah satunya melalui kebijakan subsidi pupuk guna menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon M. Ridwan mengatakan, meskipun Cilegon dikenal sebagai daerah industri, perdagangan, dan jasa, kota ini masih memiliki lahan sawah yang cukup signifikan.
Ia menyebutkan, luas lahan baku sawah di Kota Cilegon saat ini mencapai sekitar 1.151 hektar yang terus dipertahankan dan ditingkatkan produktivitasnya sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.
“Kami juga mendapat dukungan dari Badan Pertanahan Nasional terkait penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B agar lahan pangan ini tetap terjaga,” ujar Ridwan. (*/ARAS)