CILEGON – ketua Organisasi Gabungan Wanita Cilegon (GOW) Nur Kusuma Ngarasati atau Raras menegaskan komitmen untuk memprioritaskan isu-isu perempuan dan anak, khususnya terkait kasus kekerasan seksual yang marak terjadi.
Raras menyadari bahwa tugas perempuan yang aktif di organisasi cukup berat. Namun, ia optimis perempuan dapat menjalankan perannya. Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan multitasking dan pintar membagi peran.
“Perempuan itu pintar ‘membelah diri’, multitasking. Dari kesibukan yang ada, bisa dibagi sesuai prioritas. Teknologi digital mempermudah kita, jadi tetap bisa mengasuh anak di rumah tapi juga aktif berorganisasi,” jelas Raras, Kamis, (18/9/2025).
Ia menambahkan, isu perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual akan menjadi program utama pihaknya yang akan didahulukan.
“Ini sudah saatnya bergerak, tidak cukup hanya mendengar cerita dari masyarakat,” tegasnya.
“Perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual itu prioritas utama GOW,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Banten, Irna Narulita Dimyati menekankan pentingnya peran perempuan dan anak sebagai fondasi bangsa.
“Perempuan adalah madrasah utama dan pertama bagi anak-anak. Kalau perempuan terlindungi dan anak-anak mendapatkan haknya, bangsa ini akan bermartabat,” terang Irna.
Irna juga menyoroti pentingnya akses pendidikan, kesehatan, dan keterampilan bagi perempuan. Menurutnya, dengan memiliki keterampilan, perempuan bisa lebih mandiri secara ekonomi.
“Perempuan juga harus punya akses untuk memiliki keterampilan. Dengan skill, ekonomi mereka bisa lebih mapan dan tidak tergantung kepada orang lain,” pungkasnya. (*/Ika)