CILEGON — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cilegon menggelar Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) pada Kamis, (31/7/2025).
Agenda itu menjadi bagian krusial dalam rangkaian menuju Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Cilegon.
Rapimpurda diikuti delapan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI dan 30 Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Cilegon.
Dalam forum tersebut, Ketua Karateker Musda KNPI Cilegon, Iqbal Utama, menegaskan komitmen penyatuan gerakan kepemudaan di bawah satu bendera KNPI.
“Rapimpurda kali ini meneguhkan semangat KNPI satu, tidak ada versi lain. Tema Musda kali ini adalah ‘KNPI Satu, Pemuda Maju’—bukan sekadar slogan, tapi arah perjuangan,” kata Iqbal saat membuka forum.
Ia menekankan bahwa Musda mendatang tidak boleh menjadi ajang seremonial belaka.
Sebaliknya, Musda harus melahirkan konsensus kolektif dan rekonsiliasi nyata di tengah dinamika organisasi pemuda.
“Kesepakatan bersama antar elemen OKP adalah fondasi. Kita ingin Musda ini membawa arah gerak bersama, bukan memperpanjang sekat dan rivalitas internal,” ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, kepengurusan DPD KNPI Kota Cilegon saat ini berada di bawah naungan dan legitimasi Ketua Umum DPP KNPI M. Ryano Panjaitan dan Ketua DPD KNPI Banten Moh. Rano Alfath.
Dukungan dari struktur pusat dan provinsi menjadi modal penting untuk mengawal jalannya Musda secara sehat dan demokratis.
Ketua Steering Committee (SC) Musda KNPI Kota Cilegon, Rikil Amri, turut mengajak seluruh unsur pemuda Cilegon untuk aktif dalam proses pendaftaran ulang sebagai peserta Musda.
“Dua hari ke depan adalah momentum bagi semua OKP untuk menyatakan kesiapannya. Berkas pendaftaran kami terima langsung di sekretariat DPD KNPI Cilegon,” kata Rikil.
Ia menegaskan, proses verifikasi dan legalisasi peserta sangat penting agar Musda berjalan sah, inklusif, dan akuntabel.
Musda KNPI Kota Cilegon dijadwalkan digelar pada 9 Agustus 2025. Rikil berharap menjelang hari pelaksanaan, tidak ada lagi keraguan terkait arah forum dan keabsahan kepanitiaan.
“Pemuda Cilegon harus bersatu menghadapi tantangan zaman. Tidak ada ruang untuk ego sektoral maupun versi-versi yang memperlemah soliditas,” tegasnya.(*/Nandi).