CILEGON – Sejumlah pedagang kain dan pakaian dari Pasar Kranggot mendatangi Kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/7/2025).
Mereka mempertanyakan kelanjutan progres dari inisiatif Komisi IV DPRD dalam menyelesaikan persoalan relokasi pedagang yang hingga kini belum menemukan solusi.
Kedatangan para pedagang ini difokuskan pada permasalahan penempatan di Hanggar Barat yang dianggap tidak layak dan tidak sesuai dengan peruntukan.
Pedagang menyebut adanya meja permanen yang menghalangi penataan los dagang di lokasi tersebut.
“Relokasi dan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon sebelumnya dianggap terlalu terburu-buru sehingga pedagang tidak mendapatkan lokasi yang layak untuk berjualan termasuk Hanggar Barat yang sudah disiapkan tidak sesuai penataan los-nya karena terganggu oleh meja,” kata salah satu perwakilan pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saeful Basri menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dan komisi lainnya agar penyelesaian persoalan ini dapat dipercepat.
“Kita akan diskusi segera dengan para pimpinan dan komisi lainnya, karena tugas ini juga ada di komisi 1 dan 3,” ujar Basri, Rabu (9/7/2025).
Menurut Basri, salah satu kendala utama saat ini adalah tidak efektifnya penggunaan Hanggar karena keberadaan meja permanen.
Pihaknya mendorong agar meja tersebut dapat segera dibongkar agar pedagang bisa menggunakan tempat tersebut sebagaimana mestinya.
“Patutnya segera, tapi kita berharap pedagang bisa lebih bersabar. Kita upayakan dalam waktu dekat ini sudah hearing dengan OPD terkait dan meminta mereka menyegerakan,” jelasnya.
Komisi IV menyatakan akan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan OPD teknis dalam waktu dekat untuk mempercepat penyelesaian. (*/ARAS)