Krakatau International Port Resmikan Layanan Kapal Ro-Ro, Gubernur Ingin Jadi Pintu Ekspor-Impor Baru

 

CILEGON — Dermaga 7.3 Krakatau International Port (KIP) resmi beroperasi sebagai pelabuhan ro-ro untuk logistik rute Cigading–Panjang. Peresmian dilakukan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Selasa (18/11/2025).

AHY menegaskan pentingnya efisiensi mobilitas logistik di tengah keterbatasan infrastruktur.

“Bahwa mobilitas transportasi ini benar-benar yang terbaik, dengan segala keterbatasan dan tantangan,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan fasilitas pelabuhan menjadi kunci kenyamanan pengguna.

“Kalau kita menyiapkan infrastruktur yang memadai, termasuk pelabuhan yang nyaman dan mencukupi, sesuai dengan lonjakan kebutuhan tadi maka masyarakat bisa mengapresiasi,” katanya.

Gubernur Banten, Andra Soni, menilai pengoperasian jalur baru ini mengulang kembali sejarah penting jaringan transportasi di Banten.

“Banten dianugerahi alam yang sangat luarbiasa, dan juga sejarah infrastruktur, Dendles pertama kali membangun jalan, jalan pos di mulai dari Anyer, diakhiri di Panarukan,” ujarnya.

Ia menyebut jalur ini sebagai pengaktifan kembali rute lama yang strategis.

“Hari ini, kita kembali mengulang sejarah besar yaitu mengaktivasi dan mengoptimalkan jalur-jalur yang telah ada sebelumnya,” katanya.

Andra juga menekankan kebutuhan peningkatan infrastruktur pendukung industri agar ekonomi Banten bisa terus tumbuh.

“PDRB kami agak sulit untuk tumbuh lagi, karena PRDB Kami sudah besar, karena jalan-jalan nasional pendukung kawasan industri perlu untuk dilebarkan, agar kami bisa tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Ia berharap pelabuhan ini dapat mengurangi biaya logistik yang selama ini bergantung pada Tanjung Priok.

“Kami berharap tol yang selama ini digunakan bebannya berkurang dengan pelabuhan di sini dimaksimalkan, Karena di bawa ke Tanjung Priuk, semua menemui kendala menemui biaya tinggi,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong agar pelabuhan menjadi pintu ekspor dan impor komoditas umum dari Banten.

“Kami berharap aktivasi ini bisa menjadi pelabuhan import barang-barang umum dan menjadi pelabuhan ekspor barang-barang umum, karena industri kami besar,” ujarnya.

“Karena harapan kami ketika kita sudah bisa ekspor beras pelabuhan ini bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Direktur Utama Krakatau Steel (KRAS), Akbar Johan, menyoroti pentingnya penerapan zero ODOL sebagai standar keselamatan logistik.

“Program zero ODOL yang mungkin 4-5 Mentri perhubungan belum bisa merealisasikannya, hari ini BUMN hadir, sehingga ini bisa menjadi role model kepada BUMN lain yang mempunyai comodity,” ujarnya.

Ia menyebut produk baja KS yang mencapai 25 ton per unit harus mengikuti aturan ketat.

“Krakatau steel, barangnya itu sendiri satu pcs 20 sampai 25 ton dan juga ada comodity-comodity lain, ini yang coba kita tertibkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama zero ODOL adalah memastikan keamanan dan keselamatan transportasi logistik.

“Sehingga botom line dari zero ODOL adalah, security and safety dan di sini kita akan buktikan bahwa BUMN akan selalu tertib dan mentaati perintah dari kementrian,” tutupnya. (*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment