Langkah Kecil dari Dapur, Bu Sujanah Jadi Penggerak Perempuan Cikuasa Menembus Pasar Lebih Luas

 

CILEGON – Dari dapur kecil di sudut Cikuasa atas, Sujanah, tak hanya memanggang kue, ia juga memanggang mimpi.

Dengan aroma mentega yang menguar, ia meracik keberanian, kesabaran, dan tekad untuk mengubah nasib, bukan hanya miliknya, tapi juga milik perempuan-perempuan di sekitarnya.

Langkah-langkahnya yang dulu ragu kini menjelma menjadi pijakan kokoh bagi ibu-ibu lain untuk berani melangkah bersama.

Di meja kayu sederhana, tangannya lincah menata adonan kue kering ke dalam cetakan.

Gerakannya teratur, seolah setiap bentuk kue sudah tertanam di ingatannya.

Cahaya matahari menyusup dari sela tirai, memantulkan kilau pada adonan yang siap masuk oven.

Sesekali bunyi ketukan loyang terdengar, bersahutan dengan riuh obrolan tetangga di luar rumah.

Bagi Sujanah, ini bukan sekadar pekerjaan harian, melainkan bagian dari misi yang ia bawa: mengangkat semangat perempuan di sekitarnya untuk berani melangkah bersama.

“Dulu saya cuma buat camilan untuk kebutuhan snack boks,” kenangnya, Selasa, (12/8/2025).

Modal minim, pengetahuan soal bisnis pun terbatas. Namun, tekadnya tak pernah surut. Peluang mulai terbuka ketika ia mengikuti pelatihan kewirausahaan.

Salah satu UMKM pembuatan emping yang terinspirasi dari langkah Sujanah /Dok

Dari sanalah ia bertemu Astra Tol Tamer yang bergerak di bidang usaha pengelola ruas jalan tol Tangerang – Merak yang senantiasa selalu memberi dukungan bagi UMKM, termasuk memotivasi dirinya untuk merangkul ibu-ibu Cikuasa lainnya.

Astra Tol Tamer membantu memfasilitasi pelatihan, pendampingan, hingga membuka kesempatan bagi mereka memasarkan produk di berbagai bazar dan pameran.

Berkat pembinaan itu, Sujanah menguasai branding, kemasan menarik, hingga promosi digital.

“Senang sekali, karena dari situ saya bisa urus perizinan dan bawa produk ke lebih banyak orang,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, kue kering buatannya terpajang di toko oleh-oleh dan merambah pasar online. Produksinya meningkat, dan tetangga-tetangga pun mulai mencoba berjualan.

“Biar sama-sama maju,” katanya sumringah .

Semangat itu menular, menciptakan lingkaran saling dukung di Cikuasa. Ibu-ibu yang dulu ragu kini berani membawa produknya ke pameran, bazar, hingga penjualan daring, dengan Sujanah sebagai koordinator pemasaran mereka.

Ke depan, ia bermimpi memiliki toko sendiri dan memperluas jejaring pameran UMKM.

“Saya mau perempuan lain tahu, kita bisa mulai dari rumah, asal mau belajar,” pesannya.

Bagi Sujanah, setiap kue yang keluar dari oven adalah pesan diam: bahwa dari ruang sekecil dapur rumah, seorang perempuan bisa membangkitkan gerakan besar.

Ia ingin semangat itu terus merambat, seperti wangi kue yang menembus jendela rumahnya, menembus batas kampung, dan sampai ke hati siapa pun yang percaya mimpi besar selalu bisa dimulai dari tempat paling sederhana. (*/Ika)

Astra tol TamerCikuasaCilegonSujanah
Comments (0)
Add Comment