Lewat FGD, Dosen Untirta Aktif dalam Pembuatan Masterplan Desa Budaya Pabean Cilegon

 

CILEGON – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi budaya lokal Banten.

Kali ini, dosen-dosen dari Fakultas Teknik Sipil di Untirta terlibat secara aktif dalam penyusunan Masterplan Desa Budaya Pabean, yang terletak di Kota Cilegon, pada Senin, (11/9/2023).

Kegiatan ini difasilitasi melalui proses kreatif dan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan bertujuan untuk mendiskusikan beragam pandangan dan pemikiran, diantaranya berbagai isu penting seperti pelestarian budaya lokal, strategi pengembangan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, termasuk dalam rangka mewadahi aspirasi masyarakat Pabean serta mewujudkan visi pemerintah Kota Cilegon dalam memajukan potensi pariwisata dan budaya di Desa Pabean.

Berdasarkan Keputusan Walikota Cilegon Nomor 140/Kep.281-Dindik/2022 Kelurahan Pabean dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas pengembangan pariwisata Desa Budaya di wilayah Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Banten.

Untuk itu perlu strategi upaya pengembangan dan perlu merumuskan Masterplan yang holistik dan berkelanjutan, tim yang terdiri dari dosen-dosen Untirta berperan penting memfasilitasi diskusi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta komunitas lokal dalam membahas berbagai aspek yang relevan.

Ketua Tim Penyusunan Masterplan Rifky Ujianto menyampaikan pentingnya keterlibatan Universitas dalam pembangunan lokal sebagai perwujudan kolaborasi Pentahelix.

“Universitas Sultan Ageng Tirtayasa selalu berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Selain itu, melalui kegiatan FGD ini, kami para dosen berusaha memberikan pandangan yang positif untuk memajukan Desa Budaya Pabean menjadi destinasi wisata budaya,” ucap Rifky pada Selasa (12/9/2023).

Lebih Lanjut, Rifky mengatakan dalam FGD tersebut terlibat juga para dosen Teknik Sipil Untirta lainnya, diantaranya Restu Wigati, Rama Indera Kusuma dan Mush’ab Abdu, yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang seperti Arsitektur Rancang Kota, Teknik Sipil, Infrastruktur, Sejarah Budaya dan ilmu sosial, berdiskusi intensif bersama perwakilan dari unsur pemerintah Kota Cilegon yaitu Kecamatan Purwakarta dan Kelurahan Pabean serta masyarakat setempat. Mereka membahas strategi pengembangan pariwisata, infrastruktur, pelestarian budaya, dan aspek-aspek lain yang penting bagi Desa Budaya Pabean.

Nurul Hidayati, Lurah Pabean yang juga ikut serta dalam kegiatan FGD mengungkapkan apresiasi terhadap kerja sama antar Universitas, Pemerintah, dan masyarakat.

“Kami menyambut baik bisa terlibat dalam proses ini, dan kami yakin hasilnya akan memberikan dampak positif bagi Kelurahan kami,” ujarnya.

Hasil FGD ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Masterplan Desa Budaya Pabean yang komprehensif, dengan tujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata dan melestarikan warisan budaya lokal.

Dengan kontribusi aktif dari dosen-dosen Untirta, diharapkan Desa Budaya Pabean akan menjadi destinasi budaya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (*/Hery)

Comments (0)
Add Comment