CILEGON – Kapolres Kota Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, memprediksi terjadi lonjakan volume truk tambang yang melintas di jalur Serang–Cilegon hingga 20 persen sepanjang Oktober 2025.
Kapolres menyebutkan, peningkatan tersebut disebabkan lantaran bagian dari dinamika hukum ekonomi.
“Ya jelas tentu hal-hal tersebut pasti mereka akan mencari ya, mencari sesuatu yang itu memang ini kan hukum ekonomi, demand (permintaan) and supply (penawaran), tentu itu titik filosofinya di situ,” ujar Kapolres di Cilegon, Senin (13/10/2025).
Menanggapi isu yang menyebut lonjakan truk terjadi akibat penutupan jalur di Parung Panjang Jawa Barat, Kapolres menegaskan bahwa informasi tersebut belum begitu pasti.
“Sampai sekarang saya tidak dapat informasi seperti itu ya,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Cilegon bersama pihak terkait telah menyepakati pembatasan jam operasional bagi kendaraan tambang, khususnya pada jam-jam sibuk.
“Untuk jam sibuk pagi dari pukul 06.00 sampai 08.00 atau 09.00, kemudian sore hari dari pukul 14.00 sampai 16.00 atau 19.00,” jelasnya.
Ia menekankan, kebijakan itu diterapkan agar keseimbangan antara kepentingan masyarakat pengguna jalan dan pelaku usaha dapat tetap terjaga.
“Hal ini memang harus kita lakukan supaya semua kepentingan pihak yang memang itu pengguna jalan tidak terganggu dengan adanya aktivitas kendaraan, dan kepentingan usaha juga bisa diatur dengan baik,” ujarnya.***