CILEGON – Meski operasional kapal penumpang di Pelabuhan Merak sudah dihentikan hingga 31 Mei 2020 mendatang, namun tidak membuat pemudik yang akan menyebrang ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung kehabisan akal.
Masih dibolehkannya angkutan barang atau logistik untuk menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheuni sebaliknya, nampaknya dimanfaatkan sejumlah pemudik agar bisa mengelabuhi petugas yang berjaga.
Wakapolres Cilegon, Kompol Andra Wardana membenarkan, jika pihaknya telah mengetahui modus-modus yang dilakukan oleh para pemudik yang ingin menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung dengan memanfaatkan jasa angkutan barang.
“Kita menemukan modus baru yang ingin menyebrang ke Bakauheuni dengan menyusup ke angkutan barang,” ucapnya, Jumat (1/5/2020) dini hari, di Pos Check Point Gerem Bawah, Grogol, Kota Cilegon.
Bahkan, diakui Wakapolres, dalam pemeriksaan yang dilakukan malam hari ini, pihaknya mendapati empat kendaraan jenis losbak yang membawa orang dengan cara menutupnya dengan terpal agar terlihat seperti barang atau logistik.
“Ada enam penumpang dari empat kendaraan. Didalan kendaraan juga dimuat roda dua. Kita akan telusuri juga surat-surat kendaraan tersebut. Sedang kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ungkapnya.
Disebutkan, jika saat ini banyak pemudik yang ingin menyebrang ke Pelabuhan Bakauheuni menuju Pelabuhan Merak menawarkan imbalan sejumlah uang kepada para supir angkutan logistik atau barang agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas.
“Infonya mereka naik dari Kota Serang. Mereka (supir) mendapatkan imbalan agar mereka dapat ikut sampai ke Lampung. Harga yang ditawarkan relatif, ada yang Rp. 450ribu sampai Rp. 900ribu per orang untuk sekali nyebrang,” ujarnya.
Untuk itu, ditegaskan Wakapolres, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan penyekatan kepada kendaraan-kendaraan yang melintas dan akan menuju Pelabuhan Merak agar bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 secara meluas.
“Kita tetap mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19. Kita akan selalu melakukan penyekatan dan pemulangan ke daerah asal,” tandasnya. (*/YS)