Maraknya Gangster, Ketum PII Kota Cilegon Himbau Pihak Sekolah Terapkan P5

 

 

CILEGON – Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Cilegon ikut angkat bicara mengenai maraknya kasus gangster yang sering membuat onar di Indonesia khususnya di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan Fakta Banten pada Sabtu (29/10/2022) di Sekretariat PII Kota Cilegon.

Menurutnya, kasus tawuran para gangster yang akhir-akhir ini terjadi  diakibatkan karena adanya perbedaan pendapat antar golongan atau suatu kelompok tertentu.

Adi Gustiadi selaku Ketua Umum PD PII Kota Cilegon menjelaskan juga selain dari adanya perbedaan, tawuran yang ada juga berakibat karena diberlakukannya kembali pembelajaran tatap muka.

“Akibat pandemi Covid-19, pembelajaran dilakukan secara daring atau online namun tidak efektif untuk para siswa. Namun setelah pandemi mereda dan sekolah kembali dibuka secara luring atau langsung itu membuat para pelajar atau remaja bertemu secara langsung dan menimbulkan bentrokan sehingga tawuran terjadi,” kata Adi Gustiadi.

Padahal kata Adi, dengan diberlakukannya pembelajaran tatap muka ini seharusnya pihak sekolah dapat mengimplementasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila terhadap pelajar sehingga mereka tidak menyibukkan diri dengan mencari musuh dan berbuat onar.

“Karena itu, Kemendikbudristek (Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk melakukan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dan harusnya pihak sekolah menerapkan hal itu terutama sekolah yang ada di Kota Cilegon,” jelasnya.

Adi Gustiadi juga menanggapi maraknya remaja yang bergabung dalam Gengster dan berbuat onar dengan tawuran itu dengan penuh kekhwatiran.

“Miris sekali melihat situasi para pelajar hari ini yang berani sekali melakukan tawuran dan melakukan hal-hal biadab dan tidak berperikemanusiaan seperti melakukan kekerasan dengan senjata tajam. Dimana nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila!,” tegas Adi Gustiadi.

Adi Gustiadi berharap kepada Dinas Pendidikan dan sekolah untuk terus melakukan upaya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) terhadap kalangan pelajar.

“Tidak hanya kepada dinas pendidikan dan pihak sekolah saja, saya meminta kepada jajaran Kepolisian untuk melakukan patroli tiap malam sebagai upaya menghindari adanya tawuran antar pelajar,” ungkap Adi Gustiadi.

Lebih lanjut Ia menambahkan, peran orang tua kini sangat penting sekali dalam mencegah para remaja untuk berbuat onar.

“Oleh karena itu, orang tua harus tetap mendampingi anaknya supaya tidak mengikuti kegiatan tawuran dan tidak pulang lewat dari jam 22.00 malam,” pungkasnya.

Dengan adanya kontribusi dari Dinas Pendidikan atau Pemerintah, Pihak Kepolisian dan Orang Tua, kata Adi kejadian-kejadian tawuran antar pelajar tidak akan terjadi lagi dan para Gangster yang sering berbuat onar dapat dimusnahkan. (*/Hery)

Comments (0)
Add Comment