Masuk Kerja Asal-Asalan, Seklur Warnasari Cilegon Lolos dari Sanksi Pemecatan?

 

CILEGON – Kehadiran aparatur kelurahan di Kota Cilegon kembali menjadi sorotan.

Layya Afrini, Sekretaris Lurah (Seklur) Warnasari, Kecamatan Citangkil, disebut sering tidak masuk kerja semenjak dimutasi ke Kelurahan Warnasari.

Berdasarkan penelusuran wartawan Fakta Banten di lapangan, Seklur dikabarkan terakhir kali masuk kerja ketika ada Sidak dari BKPSDM dan tidak masuk kerja selama bulan Agustus 2025 hingga saat ini.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Warnasari, Hidayatullah, membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku bingung dengan sikap anak buahnya itu, meski berbagai upaya pemanggilan telah dilakukan.

“Bulan kemarin dari Agustus, setelah ada sidak dari BKPSDM, itu nggak masuk, ya selama bulan Agustus sampai sekarang,” kata Hidayatullah.

Menurutnya, pihak kelurahan bersama bagian Umum dan Kepegawaian (Umpeg) Kecamatan Citangkil sudah melayangkan panggilan resmi. Namun, hingga kini Seklur tidak kunjung hadir untuk bekerja.

“Ya kita juga bingung itu. Kalau untuk proses kita di Kelurahan maupun dari Umpeg Kecamatan sudah melakukan pemanggilan. Tinggal BKPSDM kali ya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, menegaskan bahwa perilaku indisipliner ini sudah berlangsung lama dan berulang meski sebelumnya sudah diberikan peringatan.

“Kehadiran dari Bu Seklur memang tidak disiplin, kami ingin menerapkan sesuai dengan PP Nomor 94 tahun 2021, yang mana PNS yang tidak bekerja sepuluh hari berturut-turut maka dilakukan pemberhentian,” tegas Ikhlasinnufus.

Ia menambahkan, upaya persuasif sesuai arahan dari BKPSDM sudah dilakukan sejak lebih dari setahun lalu, namun tidak membuahkan hasil.

“Bahkan ketika dihadirkan ditanyakan tidak akan mengulangi kembali, tetapi dalam praktiknya diulangi lagi, kami serahkan ke OPD terkait untuk keputusannya,” jelasnya.

Meski begitu, Ikhlasinnufus mengatakan pihak kecamatan masih menunggu tindak lanjut resmi dari BKPSDM.

Terkait alasan kenapa tidak pernah masuk bekerja, Camat Citangkil memilih tidak ingin berspekulasi dan ingin agar aturan ditegakkan tanpa tebang pilih.

“Alasannya dizolimi, tapi seperti apa kami juga kurang tahu seperti apa, intinya kami mengacu kepada peraturan yang ada terkait tindakan indisipliner tersebut,” pungkasnya. (*/Ika)

CilegonSeklur Warnasari
Comments (0)
Add Comment