Mengenal Chengda Engineering, Raksasa EPC China yang Dipalak Oknum Kadin Cilegon

CILEGON – Ramai sebelumnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pengusaha lokal mendatangi proyek pembangunan pabrik di Cilegon, Banten, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, para pengusaha yang mengaku sebagai perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon meminta agar dilibatkan dalam proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang dikerjakan oleh Chengda Engineering Co. Ltd (CEE).

Mereka mendatangi manajemen CEE di Kawasan Industri Krakatau Steel dan mendesak agar bisa menjadi vendor atau subkontraktor dalam proyek bernilai sedikitnya Rp5 triliun itu, bahkan menginginkan pelibatan tanpa melalui mekanisme tender.

Proyek ini sendiri telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Perpres tersebut diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025. Dalam beleid itu, proyek ini tercantum sebagai proyek yang dilaksanakan oleh sektor swasta, yaitu Grup Chandra Asri.

Mengenal Chengda Engineering

Chengda Engineering merupakan perusahaan asal China yang ditunjuk sebagai kontraktor utama pembangunan pabrik CA-EDC milik PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan dari PT Chandra Asri Pacific Tbk—perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia yang sebelumnya bernama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Chengda Engineering adalah anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki oleh China National Chemical Engineering Co. Ltd, sebuah perusahaan milik negara (BUMN) Tiongkok.

Perusahaan ini berasal dari Kota Chengdu, China Barat Daya, dan awalnya merupakan lembaga riset desain di bawah Kementerian Perindustrian dan Kimia China.

Pada tahun 1958, status Chengda berubah menjadi perusahaan komersial dan kini telah berkembang menjadi salah satu kontraktor terkemuka di bidang rekayasa teknik, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC).

Chengda telah menangani proyek-proyek besar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, Brasil, Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Pakistan, dan Uzbekistan.

Selain membangun fasilitas industri petrokimia, Chengda juga mengerjakan proyek pembangkit listrik, kilang penyimpanan, pabrik pengolahan batu bara, energi terbarukan, pengolahan gas alam, farmasi, dan pengolahan mineral tambang.

Perusahaan ini telah membangun ratusan fasilitas industri dan menjadi rekanan sejumlah perusahaan besar seperti Sinopec, PetroChina, CNOOC, China Chemical, Shenhua Group, Yanchang Group, dan Yankuang Group. Jumlah karyawan Chengda Engineering mencapai sekitar 1.200 orang.

Di bidang inovasi, Chengda juga aktif mengembangkan teknologi. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki lebih dari 300 hak paten dan 40 teknologi unggulan di bidang EPC.

Induk perusahaannya, China National Chemical Engineering Co., tercatat sebagai salah satu dari 20 perusahaan kontraktor terbesar di dunia dengan fokus utama pada teknik dan desain industri.

Sebagai BUMN, perusahaan ini berada di bawah pengawasan State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council of China (SASAC), lembaga yang bertanggung jawab atas aset-aset milik negara di China. (*/Kompas)

ChengdaInvestasiKadin Cilegon
Comments (0)
Add Comment