Miris! 70 Anak Remaja di Cilegon Jadi Korban Pelecehan Seksual dalam 6 Bulan

 

CILEGON – Kota Cilegon kembali dihadapkan pada potret buram perlindungan anak.

Dalam kurun waktu hanya enam bulan, sebanyak 70 anak remaja dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual.

Hal ini diungkap langsung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon.

Kepala DP3AP2KB, Lia Nurlia Mahatma, menyampaikan bahwa kasus-kasus memilukan ini paling banyak menimpa anak-anak berusia 15 hingga 18 tahun – usia yang seharusnya menjadi masa indah dan penuh semangat mengejar cita-cita.

“Kasus pelecehan ini dialami oleh anak-anak di Kota Cilegon dari rentang usia 15 sampai 18 tahun,” ungkap Lia, Rabu (23/7/2025).

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat, bahwa predator seksual kini mengintai di sekitar kita, bahkan mungkin lebih dekat dari yang dibayangkan.

Lia menegaskan, pihaknya terus mendorong para korban untuk berani bicara, dan menjamin akan ada pendampingan penuh dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bagi korban.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jika melihat atau mengalami hal seperti itu jangan takut untuk melapor kepada kami dan akan mendampingi sampai dengan anak itu kembali percaya diri lagi,” terangnya.

Lia menyebut, meski berbagai edukasi telah diberikan, namun kejadian pelecehan seksual terkadang terjadi di luar kendali, karena masih adanya celah pengawasan.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak hanya menilai anak dari sisi akademik saja, tapi juga harus peka terhadap perubahan sikap dan kondisi psikologis anak di rumah.

“Peran orang tua bukan cuma mengawasi anaknya ada dimana, tapi lihat perubahan pada anak, selama ini jarang anak berkomunikasi dengan orang tuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Istri Wakil Wali Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati (Raras), juga angkat bicara. Ia mengajak seluruh orang tua untuk membuka mata dan hati, serta tidak lalai dalam mengawasi anak-anak mereka.

“Yuk kita sama-sama saling merangkul. Kita harus tahu anak-anak kita main dengan siapa, pergi ke mana. Jangan sampai menyesal belakangan,” ucap Raras.

Raras juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para orang tua dan korban yang berani melaporkan kejadian tragis ini. Menurutnya, keberanian itu menjadi awal dari keadilan.

“Untuk para korban, saya sangat berterima kasih karena sudah berani melapor. InsyaAllah kita akan kawal kasus ini sampai tuntas, sampai pelaku tertangkap dan dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya. (*/Ika)

CilegonDP3AP2KB CilegonPelecehan Seksual
Comments (0)
Add Comment