Mudik Gratis Cilegon 2026, Pemkot Targetkan 50 Armada Bus

 

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon kembali menggulirkan program Mudik Gratis pada 2026 dengan fokus pada penambahan jumlah armada bus guna menjangkau lebih banyak masyarakat.

Tahun ini, Pemkot menargetkan ketersediaan maksimal 50 unit bus.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan jumlah armada yang disiapkan minimal 40 unit atau setidaknya sama dengan realisasi tahun sebelumnya.

“Kita optimalkan maksimal di angka 50 bus, minimal di angka 40 bus, atau minimal sama seperti tahun lalu,” ujar Robinsar, ditulis Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, pembaruan sistem pendaftaran juga tengah difinalisasi agar proses registrasi lebih tertib dan terorganisir.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan armada membuat tidak seluruh pendaftar dapat terakomodasi.

“Walaupun memang tidak semua bisa terakomodir, karena jumlah armada terbatas,” katanya.

Untuk rute, Pemkot Cilegon tetap menyediakan tujuan ke wilayah Sumatera dan Jawa.

Di Sumatera, rute meliputi Padang dan Palembang, sementara di Pulau Jawa masih mengacu pada rute tahun sebelumnya.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan perusahaan lewat skema tanggung jawab sosial (CSR), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta dukungan masyarakat.

“Program ini tetap bekerja sama dengan perusahaan melalui CSR industri, BUMD, dan juga dukungan dari masyarakat,” tuturnya.

Robinsar menegaskan, perbedaan utama pada penyelenggaraan tahun ini terletak pada penambahan armada sebagai upaya memperluas daya tampung pemudik.

“Kalau ditanya apakah ada perbedaan dengan tahun lalu, yang jelas kita lebih fokus pada penambahan armada dibanding hal-hal lain. Prinsipnya bagaimana bisa mengakomodir lebih banyak pemudik,” ucapnya.

Pendaftaran mudik tetap dilakukan secara daring. Sistem yang digunakan kini dalam tahap penyempurnaan dan akan diumumkan setelah seluruh persiapan rampung.

Tahun sebelumnya, pendaftaran juga telah dilakukan secara online meski sempat mengalami kendala akibat lonjakan pendaftar dalam waktu bersamaan.

“Tahun kemarin sudah tidak manual, sudah melalui sistem online dan lebih tertib, walaupun memang sempat terjadi kendala karena banyak masyarakat yang mendaftar secara bersamaan,” kata dia.***

Comments (0)
Add Comment