CILEGON – Pendapatan Asli Daerah Kota Cilegon sampai semester pertama tahun 2024 ini masih di angka 27% dari total rencana yang telah disepakati dalam APBD Tahun 2024.
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon, Dana Sujaksani, mengatakan kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) disebabkan oleh hal yang diluar prediksi.
“PAD baru 27%. Pajak 23%. Retribusi 25%. Adapun kendalanya adalah BPHTB ada yang los, jadi ada pendapatan yang tidak sesuai prediksi,” ungkap Dana, Senin, (29/7/2024).
Menurutnya, saat ini BPKAD Kota Cilegon sedang mencari solusi agar kehilangan PAD pada sektor BPHTB dapat ditutupi oleh pajak lainnya.
“Yang tadi kita targetkan 400, kemudian tidak terjadi transaksi itu los. itu yang kita cari solusinya,” tambahnya
Dana juga akui saat ini total belanja daerah yang sudah terserap oleh OPD di Kota Cilegon masih minim pada semester pertama tahun anggaran 2024.
“Total belanja di angka 36,99%. Anggaran ini masih berjalan karena kita masih ada yang di barjas ada yang masih di OPD, lelang dan sebagainya gitu,” akunya.
Dengan kondisi seperti itu, Dana juga membuka kemungkinan akan ada penurunan pada APBD Perubahan tahun anggaran 2024.
“Bisa turun tapi nanti lihat kesepakatan itu di KUA-PPAS Seberapa besar turunnya? Tapi sangat mungkin karena sayapun tidak akan bicara muluk muluk yang penting pendapatan tercapai belanja terpenuhi semua.” tutupnya. (*/Ika)