CILEGON – Produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., secara resmi mengumumkan keputusan strategis untuk hengkang dari Indonesia dan menghentikan seluruh operasional anak usaha konsolidasinya, PT Krakatau Osaka Steel (KOS).
Langkah drastis ini diambil akibat kerugian finansial yang terus-menerus dan melemahnya permintaan baja domestik menyusul pemangkasan anggaran infrastruktur oleh pemerintah Indonesia.
Dikutip dari Petromindo (28/1/2026), keputusan penutupan ini telah disetujui dalam rapat dewan direksi pada 23 Januari lalu.
Berdasarkan jadwal likuidasi, KOS akan menghentikan kegiatan produksi pada 30 April 2026 dan membekukan operasional total pada 30 Juni 2026.
PT Krakatau Osaka Steel (KOS) sendiri adalah perusahaan patungan (joint venture) antara emiten PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan Osaka Steel Co., Ltd. asal Jepang.
Dalam struktur kepemilikan ini, Osaka Steel memegang saham mayoritas sebesar 86 persen, sementara KRAS menguasai sisa 14 persen.
Manajemen Osaka Steel menjelaskan bahwa meskipun KOS sempat mencatatkan profitabilitas pada 2021, perusahaan kembali menderita kerugian bersih sejak tahun fiskal 2022.
Indikator kesehatan bisnis utama, yakni arus kas bebas struktural (structural free cash flow), memburuk tajam pada awal 2025 setelah pemerintah mengurangi anggaran proyek infrastruktur secara signifikan.
Upaya manajemen untuk menjual bisnis ini kepada pihak lain tidak membuahkan hasil, sehingga opsi penutupan menjadi tidak terelakkan.
Perusahaan yang berbasis di Cilegon dengan modal disetor US$100 juta ini memproduksi baja profil dan reinforcing bars untuk pasar lokal. ***