CILEGON – Polres Kota Cilegon tengah memburu seorang tukang parkir yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Taman Kodok, Kota Cilegon.
Pelaku saat ini diketahui tidak berada di lokasi biasa ia bekerja, dan juga tidak ditemukan di kediamannya.
Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, membenarkan pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.
Ia menyampaikan bahwa proses penyelidikan sempat menunggu hasil pemeriksaan psikolog terhadap korban.
“Kemarin-kemarin kita menunggu hasil psikolog. Saat ini hasilnya sudah keluar, dan kami tinggal mencari serta menangkap pelaku, hari ini pihak polisi akan ke rumah pelaku,” kata AKP Sigit saat ditemui di Mapolres Cilegon, Kamis (12/6/2025).
Menurut AKP Sigit, pelaku sempat menghilang setelah kasus ini mencuat.
Oleh karena itu, pihak kepolisian membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku.
“Siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku, mohon segera informasikan kepada kami. Polres Cilegon siap menerima laporan selama 24 jam dan akan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.
Sebelumnya, kejadian bermula saat dugaan pelaku inisial R yang berprofesi tukang parkir di Taman Kodok Cilegon, memanggil korban, seorang anak perempuan, dan menawarkan uang sebesar Rp10 ribu.
Setelah korban tertarik dengan tawaran tersebut, pelaku mengajaknya menuju area Taman Kodok.
Di lokasi itulah, pelaku diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Cilegon oleh pihak keluarga korban sejak Senin (19/5/2025) lalu, dengan harapan aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelaku sendiri bahkan sudah mengakui sendiri perbuatannya dengan direkam video yang disaksikan oleh Ketua RT di tempat tinggalnya.
Namun polisi tidak kunjung mengamankan terduga pelaku, hingga akhirnya kini disebut telah menghilang. (*/Nandi)