Pemkot Cilegon Bakal Tindak Tegas Sejumlah Stockpile Pasir di JLS

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon siap menertibkan keberadaan sejumlah stockpile pasir di jalur Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang diduga turut memicu kerusakan jalan akibat lalu lalang truk pengangkut material.

Langkah tegas itu diambil menyusul sorotan pengamat terkait sejumlah titik penampungan pasir basah di pinggir JLS tepatnya stockpile depan PT Semen Jakarta Cilegon serta di depan kawasan Perumahan Madison.

Stockpile yang diduga tak berizin itu tempat menampung pasir hasil tambang dari wilayah Kabupaten Serang dan diangkut menggunakan truk yang melintas melalui jalan milik Pemerintah Kota Cilegon.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra menegaskan pihaknya akan mengevaluasi sekaligus menindak keberadaan penampungan pasir tersebut jika terbukti melanggar aturan.

“Ke depan kita juga akan evaluasi stockpile pasir itu. Karena aktivitasnya sama saja berpotensi merusak jalan,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Ia memastikan pemerintah tidak akan membiarkan aktivitas yang berdampak pada infrastruktur kota.

Penertiban akan dilakukan terhadap seluruh aktivitas yang berkaitan dengan distribusi pasir dari luar daerah yang memanfaatkan jalan Kota Cilegon.

“Iya, semua akan kita tegaskan. Dari awal bersama Pak Dandim kita sudah melakukan penutupan tambang. Kami juga sudah memerintahkan Dishub untuk menertibkan truk pengangkut pasir yang menggunakan jalan Kota Cilegon,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot Cilegon juga telah mengambil langkah tegas untuk pengamanan infrastruktur JLS dengan menutup permanen salah satu akses tambang tepatnya Jalan Sumur Watu di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil pada pada Jumat kemarin (7/3/2026). (*/Nandi)

Galian PasirPasirTambang Pasir
Comments (0)
Add Comment