CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon, mendistribusikan air bersih hingga sekitar 16 ton per hari ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan sebagai langkah penanganan krisis air bersih di tengah kondisi kemarau.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Kelurahan Suralaya serta kawasan Gunung Batur dan Tembulun.
“Potensi kekeringan itu masih ada di wilayah Suralaya, Gunung Batur, dan Tembulun. Sudah kita petakan dan mitigasi pun sudah kita lakukan,” kata Robinsar di Cilegon, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah secara rutin menyalurkan air menggunakan mobil tangki ke wilayah yang membutuhkan.
Untuk Kelurahan Suralaya, distribusi dilakukan sebanyak tiga hingga empat tangki setiap hari.
Dengan kapasitas satu tangki sekitar empat ton, kata Robinsar, pasokan air yang didistribusikan ke Suralaya mencapai sekitar 12 hingga 16 ton per hari.
“Setiap hari kita kirim ke wilayah Suralaya minimal tiga sampai empat tangki. Kalau satu tangki empat ton, berarti sekitar 16 ton per hari rata-ratanya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk wilayah Gunung Batur dan Tembulun, Pemkot Cilegon mendistribusikan sekitar tiga tangki air setiap hari atau maksimal sekitar 12 ton.
Robinsar menjelaskan distribusi air ke kawasan pegunungan menghadapi kendala mobilisasi karena kondisi geografis yang cukup sulit dilalui kendaraan tangki.
“Di wilayah Gunung Batur dan Tembulun itu tiga tangki karena wilayah pegunungan agak sulit mobilisasinya. Kalau mobilnya bisa naik, kita kirim. Kalau harus diangsur, maka pengirimannya juga kita angsur,” katanya.
Ia menyebutkan terdapat dua titik utama penyebaran bantuan air bersih, yakni Kelurahan Suralaya dan Kelurahan Mekarsari.
Robinsar juga mengapresiasi adanya wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan namun kini sudah mendapatkan aliran air.
Salah satunya kawasan Cipala yang menurut dia saat ini sudah kembali teraliri air hingga menjangkau kawasan Gunung.
“Alhamdulillah, hari ini Cipala sudah tidak (kekurangan air) karena sudah teraliri. Alhamdulillah airnya sudah sampai Gunung,” ujarnya.
Menurut Robinsar, pembangunan jaringan air tersebut nantinya diharapkan menjadi percontohan untuk diterapkan di wilayah lain yang memiliki persoalan serupa.
Ia menegaskan Pemkot Cilegon tidak hanya mengandalkan penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko kekeringan setiap tahun.
“Langkah ini jangka pendek. Jangka panjangnya sudah kita siapkan. Semoga tahun ini selesai sehingga tahun depan kita bisa minimalisir lagi ancaman kekeringan,” katanya.
Salah satu upaya jangka panjang yang disiapkan pemerintah adalah membangun dan menata jaringan pipa induk serta pipa sekunder agar dapat tersambung langsung ke permukiman masyarakat.
“Distribusi pipa induk dengan pipa sekunder akan langsung diarahkan ke wilayah rumah masyarakat,” katanya.***