Pemkot Cilegon Dorong OPD Gali Potensi PAD, DPRD Soroti Kebocoran Pemasukan

 

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mencegah defisit anggaran.

Langkah ini mendapat perhatian serius dari Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, yang meminta OPD penghasil agar lebih agresif menggali potensi pendapatan dari sektor-sektor yang belum optimal.

“OPD penghasil harus mulai memetakan sektor mana yang belum maksimal. Pajak daerah, distribusi sampah, parkir, dan pasar, semua itu harus digarap lebih agresif,” kata Fajar usai rapat gabungan dengan DPRD, Rabu (24/7/2025).

Menurutnya, optimalisasi PAD harus tetap memperhatikan keseimbangan antara inovasi pendapatan baru dan penguatan sektor yang sudah ada.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada inovasi, tapi sektor dasar juga harus dikuatkan,” tambahnya.

Fajar juga menjelaskan bahwa kebijakan anggaran daerah saat ini disesuaikan dengan program-program nasional, seperti Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan MBG, sekaligus menyesuaikan dengan arahan efisiensi dan percepatan penyerapan anggaran.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Masduki menyoroti sejumlah titik rawan kebocoran PAD.

Menurutnya, ada potensi kebocoran dalam pengelolaan retribusi sampah, parkir, serta pendataan rumah makan dan restoran.

“Retribusi sampah dari industri yang dikelola pihak ketiga harus tetap distandarisasi, dan masuk ke DPA agar tercatat sebagai PAD resmi,” ujarnya.

Masduki juga menekankan perlunya penggunaan timbangan berbasis tonase atau kubikasi di sektor sampah sebagai langkah menekan kebocoran data dan pungutan liar.

“Itu cara agar retribusi dihitung secara objektif,” katanya.

Sebagai catatan penting, Masduki menyarankan agar Pemkot segera meninggalkan sistem manual dan mempercepat penggunaan sistem digital untuk seluruh proses penerimaan PAD.

“Dengan sistem digital, kebocoran bisa diminimalisir, karena semua tercatat otomatis,” jelasnya. (*/Ika)

DPRDPADWakil Walikota Cilegon
Comments (0)
Add Comment