CILEGON – Tarian tradisional Tari “Senong” yang dibawakan penari Sanggar Puspa Arum Kota Cilegon turut memeriahkan acara Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Pemerintah Kota Cilegon bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), di Pendopo Pemkot Cilegon, Sabtu (7/2/2026) malam.
Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh para delegasi pimpinan SMSI dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian peringatan HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Perwakilan penari Sanggar Puspa Arum, Dayani Nurrahmah, dan tiga teman lainya Quinesha Sandrina Kusumah, Byanka Nadia Risski serta Brilly cahyyira daima mengaku bangga dapat tampil dan memperkenalkan budaya daerah Cilegon melalui seni tari tradisional.
“Kami sangat senang diberi kesempatan hadir dan menampilkan budaya Cilegon di bidang seni tari. Tari Senong sendiri secara singkat mengisahkan tentang gadis Cilegon yang sedang bermain,” ujar salah seorang penari, Dayani Nurrahmah.
Dayani menambahkan, Sanggar Puspa Arum telah rutin mengikuti berbagai kegiatan seni, baik di tingkat nasional, hingga internasional.
Latihan tari dilakukan kelompoknya secara rutin setiap hari Minggu sebagai upaya menjaga kualitas dan pelestarian budaya lokal.
“Melalui tari kita harus sadar melestarikan budaya, khususnya budaya Kota Cilegon, sangat penting agar tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Owner Sanggar Puspa Arum, Hendrik Arumsujiwati atau yang akrab disapa Bunda Wati, mengatakan penampilan pada Gala Dinner HPN 2026 dipersiapkan dalam waktu singkat.
“Persiapannya hanya satu hari dan bersifat dadakan, namun alhamdulillah anak-anak siap tampil dengan maksimal,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Sanggar Puspa Arum telah banyak mengikuti berbagai ajang seni tingkat regional, nasional, hingga internasional, serta meraih sejumlah prestasi, di antaranya juara satu tingkat regional di Depok dan beberapa gelar juara nasional.
Bunda Wati juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mempelajari dan mencintai seni tari tradisional.
“Jangan takut dan malu belajar tari tradisional. Seni budaya kita itu bernilai dan harus dicintai, dikembangkan, serta dilestarikan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya. (*/Nandi)