Pengelola Tambang di Gerem Cilegon Diduga Serobot Lahan Negara, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

 

CILEGON – Aktivitas pertambangan di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, diduga menyerobot lahan milik negara yang diperuntukkan bagi pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU).

Di lokasi tambang yang telah lama beroperasi tersebut, terlihat sebagian area masuk ke dalam patok tanah lahan rencana JLU.

Patok berwarna kuning yang sebelumnya dipasang pemerintah sebagai penanda aset negara dilaporkan telah rusak dan sebagian hilang akibat aktivitas penggalian.

Seorang warga setempat yang juga mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rebudin mengemukakan bahwa area tersebut merupakan tapak resmi Jalan Lingkar Utara yang telah dipersiapkan pemerintah sejak lama.

“Ini adalah tapak Jalan Lingkar Utara. Dulu pemerintah memasang patok-patok kuning sebagai penanda. Namun sekarang bisa dilihat, badan jalan sudah terkikis dan material batu andesitnya sudah tidak ada,” katanya di Cilegon, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan tersebut terjadi pada badan jalan JLU di wilayah Gerem, tepatnya di STA 12+664.

Menurutnya, kontur tanah yang semula berupa bebatuan kini berubah akibat aktivitas ekskavasi tambang.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pada tahun 2020 pemerintah telah melakukan pematangan lahan di ruas STR 12 sebanyak dua kali.

Saat itu, tercatat material hasil pematangan mencapai sekitar 70 ribu meter kubik yang ditumpuk di sepanjang jalur tersebut.

“Aset itu tercatat milik Pemda Kota Cilegon dan telah ditaksir oleh KPKNL dengan nilai sekitar Rp900 juta. Bahkan sudah ada catatan pelepasan aset yang melibatkan Dinas PUPR dan BPKD,” ujarnya.

Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, karena menyangkut aset negara. Namun hingga kini belum ada tindakan nyata.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Cilegon maupun instansi terkait mengenai dugaan kerusakan dan penyerobotan aset negara pada lahan yang direncanakan untuk pembangunan Jalan Lingkar Utara tersebut. ***

Comments (0)
Add Comment