Pengembangan BBJP Urai Persoalan Sampah di Cilegon dan Wujudkan Energi Baru Terbarukan

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon saat ini mulai dapat mengurai persoalan sampah yang terus menggunung. Kerjasama antara Pemerintah Kota, PLN dan PT Indonesia Power dalam pengembangan produksi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) menghasilkan energi listrik berbasis energi bersih dan sumberdaya domestik.

Dengan adanya pemanfaatan sampah yang diolah menjadi bahan bakar co-firing atau pending bahan bakar batu bara, secara otomatis persoalan sampah di Kota Cilegon terurai dengan sendirinya.

Muhriji, Kepala Bidang Penanganan dan pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup mengatakan, persoalan sampah terurai berkat kerjasama antara Pemerintah Kota dengan PT PLN dan PT Indonesia Power. Di mana keduanya menemukan langkah mengurai persoalan sampah dan inovasi energi terbarukan.

Saat ini, sampah yang masuk ke TPSA Bagendung rata-rata mencapai 200 ton perhari. Sampah yang bersumber dari pasar dan rumahtangga itu, akan diolah dan menjadi bahan bakar co-firing dengan target produksi puluhan ton perhari.

“Dengan pengembangan produksi Bahan Bakar Jemputan Padat (BBJP) ini, nantinya Pemerintah Kota akan mampu mengurangi sampah hingga 30 ton/hari.” ujar Muhriji di lokasi produksi pengembangan BBJP Bagendung, Senin (11/7/2022).

Meski diakui Muhriji, saat ini Pemerintah Kota baru baru memproduksi 1 ton sampah jumputan perhari.

Namun, komitmen PLN bersama Pemerintah Kota Cilegon yang dibuktikan dengan MoU di Bali beberapa waktu lalu, merupakan keseriusan untuk membangun pengelolaan sampah lebih besar ke depannya.

Selain manfaat pengurangan sampah yang didapat oleh Pemerintah Kota Cilegon, PLN juga menerima manfaat atas keberhasilan mewujudkan BBJP menjadi sebagian bahan bakar batu bara yang ada di PLTU Suralaya. Dimana nantinya Pemkot Cilegon akan mensubstitusi sekitar 5 persen dari kebutuhan batu bara di PLTU tersebut.

Dikabarkan, PLTU Suralaya sendiri membutuhkan batu bara sebanyak 40.000 ton perhari.

Tentu langkah tersebut menjadi langkah strategis bagi keduanya (Pemkot dan PLN) dalam pengurangan emisi karbon yang mana Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi prioritas bagi Pembangunan Indonesia ke depan. (*/Wawan).

Comments (0)
Add Comment