CILEGON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon mencatat penghimpunan zakat sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp9,5 miliar, belum memenuhi target awal sebesar Rp10 miliar.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, mengatakan mayoritas dana zakat tersebut bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni sekitar Rp7,6 miliar, sementara partisipasi masyarakat umum mencapai sekitar Rp2 miliar.
“Target kita sebenarnya Rp10 miliar, namun realisasinya sekitar Rp9,5 miliar,” ujar Fajri, Selasa, (6/1/2026).
Fajri menjelaskan, dana zakat yang terhimpun disalurkan melalui sejumlah program unggulan, antara lain Cilegon Sehat, Cilegon Sejahtera, dan Cilegon Religius.
Program tersebut menyasar fakir miskin dan masyarakat kurang mampu, termasuk bantuan kesehatan, kebutuhan dasar, serta dukungan keagamaan.
Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan di bidang pendidikan, seperti pelunasan tunggakan sekolah dan program tebus ijazah bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
Pada sektor perumahan, program Ruti Lahu (Rumah Tidak Layak Huni) sepanjang 2025 telah membantu sekitar 65 rumah warga.
“Insya Allah ke depan akan kita optimalkan lagi melalui gerakan ajakan kebaikan agar penghimpunan zakat semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Cilegon, Rahmatullah, menyatakan optimalisasi zakat ASN akan terus diperkuat pada 2026 melalui kolaborasi pemerintah daerah dan berbagai pihak.
“Jika zakat ASN terkumpul secara maksimal, ini akan menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat, terutama di tengah penurunan kapasitas keuangan daerah,” ujarnya.
Menurut Rahmatullah, upaya penghimpunan zakat ASN pada 2025 belum berjalan maksimal.
Namun pada 2026, pihaknya menargetkan pengumpulan zakat ASN dapat mencapai target.
“Kami optimistis target tersebut bisa dicapai. Bagi ASN yang keberatan, disediakan mekanisme surat pernyataan. Prinsipnya tetap sukarela,” pungkasnya.***