CILEGON – Penanganan kasus pembunuhan terhadap seorang anak berusia 9 tahun di Komplek BBS III, Kota Cilegon, hingga kini masih belum menunjukkan titik terang.
Untuk memperdalam penyelidikan dan mengungkap fakta peristiwa secara utuh, Polres Cilegon menambah jumlah saksi yang diperiksa.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon terus mengintensifkan proses penyelidikan terhadap kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyampaikan bahwa perkara ini menjadi prioritas utama jajaran penyidik.
Hingga Selasa, 23 Desember, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan mencapai 18 orang, meningkat signifikan dari sebelumnya yang baru berjumlah delapan saksi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak keluarga korban serta saksi dari lingkungan sekitar, guna memperkuat konstruksi kejadian dan mengungkap rangkaian peristiwa secara komprehensif.
Meski demikian, proses penyidikan tidak lepas dari berbagai kendala teknis di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah tidak berfungsinya kamera pengawas di rumah lokasi kejadian.
“CCTV di rumah lokasi kejadian tidak berfungsi dan terakhir aktif pada tahun 2023. Selain itu, tidak terdapat penjagaan keamanan (security) selama 24 jam di lokasi, sehingga menyulitkan proses penelusuran aktivitas sebelum dan saat kejadian,” ujar AKP Yoga Tama, Selasa (23/12/2025).
Selain kendala teknis, kondisi alam juga turut menyulitkan kerja penyidik.
Hujan lebat yang terjadi saat peristiwa berlangsung menyebabkan sejumlah jejak fisik di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi sulit diidentifikasi.
Kendati menghadapi berbagai hambatan, Satreskrim Polres Cilegon memastikan penyelidikan tetap dilakukan secara maksimal.
Kepolisian telah berkoordinasi dengan Pusat Identifikasi (Pusident) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), serta mengerahkan unit anjing pelacak (K9) untuk memperkuat temuan di lapangan.
“Kasus ini menjadi perhatian utama kami. Seluruh sumber daya dikerahkan agar pengungkapan dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan,” tegas AKP Yoga Tama. (*/ARAS)