Pipa Gas Bocor Tergaruk Beko, Walikota Cilegon Sebut Pengerjaan Proyek Drainase di PCI Sempat Tak Didampingi PGN

CILEGON — Walikota Cilegon Robinsar memastikan pelaksanaan proyek pembangunan drainase di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) akan terus dipantau.

Hal itu menyusul terjadinya kebocoran pipa gas Pertamina yang diduga tergaruk alat berat saat pekerjaan proyek dari anggaran APBD Pemkot itu berlangsung.

Robinsar mengatakan, keberadaan jaringan pipa gas di lokasi proyek sebenarnya telah diketahui dan semestinya menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk melalui pendampingan dari pihak terkait.

“Sebetulnya betul jalan tersebut ada pipa gas. Secara SOP kita didampingi, termasuk dari PGN. Kebetulan kemarin tidak didampingi (oleh PGN-Red), tetapi sekarang sudah didampingi dan kita bakal monitor terus,” kata Robinsar, Selasa (18/8/2026).

Ia memastikan kebocoran yang terjadi sebelumnya telah ditangani dan kondisi jaringan gas saat ini sudah kembali normal.

“Alhamdulillah sudah selesai, yang kebocoran gas sudah selesai,” ujarnya.

Menurut Robinsar, pendampingan dan pengawasan perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pihak terkait diminta memastikan pekerjaan konstruksi tidak mengganggu jaringan utilitas yang berada di sekitar lokasi.

“Untuk antisipasi, makanya kepada pihak terkait harus mendampingi agar tidak terulang kembali,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon Dendi Rudiatna mengatakan pihaknya akan memperketat pendampingan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Kita akan melakukan pendampingan lebih ketat, terutama dengan PGN agar hal seperti itu tidak lagi terjadi,” kata Dendi di Cilegon, Kamis (13/8/2026).

Dendi menjelaskan, koordinasi dengan PGN sebenarnya telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.

Namun, kondisi di lapangan tetap memiliki risiko sehingga pengawasan perlu diperkuat selama proses pengerjaan.

“Sebetulnya dengan PGN pun kita sudah koordinasi. Pada prinsipnya, apa yang terjadi di lapangan sudah kita antisipasi. Ada gangguan sedikit, tetapi alhamdulillah saat ini sudah selesai diperbaiki,” ujarnya.

Ia menegaskan, mitigasi risiko telah menjadi bagian dari persiapan pekerjaan. Pengawasan lapangan akan terus ditingkatkan untuk memastikan pembangunan berjalan aman sekaligus melindungi jaringan utilitas yang berada di sekitar proyek.

“Mitigasi risiko pekerjaan pasti ada dan sudah dilakukan sebelumnya,” kata Dendi.

Dendi menyebut proyek drainase di kawasan PCI ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pembangunan saluran tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer, membentang dari depan kawasan PCI hingga sekitar Alfamidi, dengan kedalaman drainase mencapai sekitar satu meter.

“Tahun ini baru sebelah kiri. Insya Allah untuk sebelah kanan tahun depan,” ujarnya.

Menurut Dendi, pembangunan dilakukan secara bertahap karena saluran yang sebelumnya dibangun pengembang kawasan PCI belum dinormalisasi secara menyeluruh.

“Kalau secara parsial sudah, tetapi secara menyeluruh belum dilakukan normalisasi,” katanya.

Untuk pembangunan drainase tersebut, Pemkot Cilegon mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).***

Comments (0)
Add Comment