CILEGON – Walikota Cilegon Robinsar meminta masyarakat untuk ikut serta mengawasi keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang belakangan ini banyak dilaporkan mati akibat pencurian kabel dan komponen listrik lainnya.
“Semalam saya melewati Jalan Lingkar Selatan dan melihat banyak lampu yang tidak menyala. Saya minta dinas terkait segera melakukan pengecekan,” kata Robinsar, dalam pernyataannya yang dikutip di akun Instagram resminya, Rabu (21/5/2025).
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, salah satu tiang di depan Kantor Dekranasda ditemukan dalam kondisi rusak parah karena Miniature Circuit Breaker (MCB) dan kabel-kabel di dalamnya hilang.
Akibatnya, upaya perbaikan pun tidak bisa dilakukan secara maksimal.
“Bahkan di tempat lain juga sama, kabel dan sekringnya juga hilang. Ternyata benar, banyak lampu mati karena kabel dan MCB dicuri,” ujarnya.
Robinsar mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset milik daerah demi keselamatan pengguna jalan.
Ia khawatir kondisi gelap di sepanjang JLS dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Saya minta kepada warga Cilegon, yuk bareng-bareng kita jaga aset kita. Ini bukan sekadar soal lampu, tapi soal keselamatan bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU.
Jika melihat orang yang mencurigakan tengah membongkar tiang lampu, ia meminta agar segera didokumentasikan dan dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Bukan hanya kabelnya yang hilang, tapi ada juga laporan tiangnya ikut dicuri,” tambah Robinsar.
Sementara itu, Kepala UPTD PJU Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Andi Kurniawan, membenarkan adanya pencurian komponen PJU di sepanjang JLS.
Ia mencatat total sudah ada 43 titik PJU yang mengalami kerusakan akibat dugaan aksi pencurian tersebut.
“Awalnya hanya 13 titik yang hilang. Dua sampai tiga hari kemudian bertambah lagi. Sampai terakhir ini totalnya sudah 43 titik,” ungkap Andi.
Dishub Cilegon, kata Andi, akan memperketat pengawasan dan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Namun demikian, ia mengakui pengadaan PJU tidak bisa dilakukan secara serentak, melainkan bertahap sesuai anggaran yang tersedia.
“Kami akan coba awasi lebih ketat dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mencegah kerugian ebih lanjut,” pungkasnya.(*/Nandi)