Potongan Bangkai Kapal di Perairan Suralaya Cilegon Ternyata Pernah Picu Protes Nelayan Bojonegara Serang

 

CILEGON – Aktivitas pemotongan bangkai kapal secara ilegal di perairan Suralaya, Pulomerak, Kota Cilegon, menuai keluhan dari nelayan setempat.

Berdasarkan informasi, bangkai kapal itu diketahui merupakan kerangka MV X Press Pearl yang sebelumnya berstatus Barang Milik Negara (BMN) namun telah dilelang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Serang, pada bulan Desember 2024, dengan harga Rp 19 Miliar.

MV X Press Pearl ini merupakan kapal kargo bahan kimia yang mengalami kebakaran dan sempat tenggelam di dekat Pelabuhan Kolombo, Sri Lanka pada tahun 2021.

Bangkai kapal itu kini berada di perairan Suralaya, Kota Cilegon, dalam kondisi separuh terpotong dan kandas di jalur lalu lintas perahu nelayan.

Sebelumnya, proses pemotongan atau scraping kapal tersebut juga ternyata pernah menimbulkan persoalan di masyarakat pesisir Desa Margasari, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, belum lama ini.

Pasalnya, saat dilakukan pemotongan di tengah laut, bangkai kapal tersebut menimbulkan limbah yang mengganggu aktivitas nelayan.

Keberadaan bangkai kapal di tengah perairan juga dinilai membahayakan, terlebih pada malam hari karena tidak dilengkapi penerangan.

Ketika dikonfirmasi, Prima Yadi, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, membenarkan status kapal tersebut.

“Walaikum salam, benar hasil lelang dari Pengadilan Negeri Serang dan Kajati Banten melalui KPKNL Serang,” kata Prima, melalui pesan singkat, Sabtu (16/8/2025).

Diberitakan, sejumlah nelayan salah satunya Ade Supriyadi, menilai keberadaan bangkai kapal itu telah mengganggu aktivitas mereka mencari ikan dan umpan.

“Melihat kapal bosok yang mengganggu alur nelayan ini, waktu masuk juga mengganggu, bahkan saat kami mancing,” kata Jum’at (15/8/2025).

“Sampai ada nelayan yang trauma. Untuk kembali mancing lagi butuh waktu dua sampai tiga hari karena takut menabrak kapal itu. Sudah sekitar dua minggu kapal ini ada di sini, tapi belum jelas siapa pemiliknya,” tambahnya.

Lokasi tersebut kata dia, merupakan salah satu titik paling aman untuk mencari umpan seperti ikan-ikan kecil.

Nelayan berharap instansi terkait memberikan perhatian agar nelayan dapat beraktivitas tanpa hambatan.

“Tolong diperhatikan nelayan, (Bangkai kapal itu-Red) jangan sampai mengganggu alur mancing. Di tengah laut tidak mungkin mencari umpan, jadi kami biasa di pinggir. Kalau di sini terganggu, nelayan dirugikan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan nelayan lain. Ia menilai aktivitas pemotongan kapal seharusnya dilakukan jauh dari lokasi nelayan memancing.

“(Bangkai kapal itu-Red) sangat mengganggu aktivitas nelayan. Tolonglah kalau ada orang mancing, aktivitas seperti ini agak menjauh. Kadang tali tambang atau jangkar kena perahu kami. Harusnya sudah tahu di sini ada nelayan, jadi mohon diperhatikan,” keluhnya. (*/Nandi)

Bangkai KapalCilegonPulomerak
Comments (0)
Add Comment