PPPKRI SAT-Bela Negara Pulomerak Buka Pelatihan Sertifikasi SDM Lokal

 

CILEGON-Organisasi Masyarakat (Ormas) PPPKRI SAT-Bela Negara Marcab VI Pulomerak resmi menyelenggarakan Grand Opening Pelatihan dan Profesi Warga Kecamatan Pulomerak.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Instansi Pemerintah dan Pengusaha Lokal Industri”, bertempat di Gedung Lapangan Tenis Indonesia Power PLTU Suralaya, Merak, Senin, (22/12/2025)

Kegiatan ini ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian program, yang dilakukan oleh Ketua PPPKRI SAT-Bela Negara, didampingi jajaran Mada II Kota Cilegon PPPKRI SAT-Bela Negara, CPT, instansi pemerintah Suralaya, Polsek Pulo Merak, serta industri dan pengusaha lokal

Ketua PPPKRI SAT-Bela Negara Marcab VI Pulo Merak, Sarmidi, yang akrab disapa Medex menegaskan, bahwa program ini bertujuan untuk memberikan sertifikasi atau uji kompetensi (job standing) bagi tenaga kerja lokal yang memang telah memiliki keahlian di bidangnya.

“Saya memberikan sertifikasi atau jajal standing terhadap tenaga kerja yang memang sudah kompeten di bidangnya,” ujar Medex kepada Fakta Banten

Ia juga menyoroti tantangan dunia industri saat ini yang menuntut tenaga kerja tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga legalitas berupa sertifikat kompetensi sebagai bukti profesionalisme.

“Sekarang ini tantangan industri sangat berat. Walaupun seseorang punya keahlian dan benar-benar kompeten, tanpa selembar kertas sebagai bukti, itu dianggap tidak ada apa-apanya,” ungkap Medex

Ia pun berharap industri-industri yang berada di wilayah Kecamatan Pulomerak dapat mengakomodir tenaga kerja lokal yang telah tersertifikasi sesuai keahliannya.

“Semoga pihak industri yang ada di wilayah Kecamatan Pulomerak ini khususnya, bisa mengakomodir tenaga kerja yang memang sudah terverifikasi terkait keahliannya,”katanya

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahap awal ini terdapat 30 peserta yang mengikuti program, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia serta dukungan dari pihak industri.

“Data yang baru masuk ini ada 30 orang, karena kita juga menyesuaikan dengan anggaran yang kita terima. Program ini bekerja sama dengan industri, ada yang berkontribusi dan ada juga yang belum,” jelasnya.

Meski demikian, Medex berharap ke depan semakin banyak industri yang ikut berpartisipasi.

“Kami berharap pada tahap selanjutnya, industri yang belum berkontribusi bisa ikut berkontribusi untuk program semacam ini,” tambahnya.

Menurut dia, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun sumber daya manusia (SDM) di wilayah tempat industri tersebut beroperasi.

Medex pun mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang berpihak pada tenaga kerja lokal.

“Kami meminta pemerintah daerah membuat perda yang mengatur agar setiap industri yang dibangun di tanah nenek moyang wilayah Kecamatan Pulomerak bisa menyerap tenaga kerja lokal, khususnya Pulomerak, umumnya Kota Cilegon dan Banten,” tegasnya.

“Supaya jangan sampai kita hanya menikmati dampak negatifnya saja, tapi dampak positifnya juga harus kita rasakan,” pungkas Medex.

Sementara itu, Direktur CPT (Cahaya Putri Tehnik), Nurizah Sidiq, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PPPKRI SAT-Bela Negara atas terselenggaranya program tersebut.

“Ini pertama kalinya diadakan sertifikasi dan profesi untuk Kecamatan Pulomerak. Menurut saya ini sangat luar biasa, karena bisa membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar,”ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi di tengah ketatnya persaingan tenaga kerja, terutama dari luar daerah.

“Dengan adanya industri, jelas kita perlu sertifikasi kompetensi. Persaingan tenaga kerja sekarang sangat besar, terutama dari luar,” katanya.

Nurizah menjelaskan bahwa peserta akan dibekali pelatihan dan keterampilan sesuai dengan minat dan bidang yang diminati, seperti bidang mesin yang memiliki berbagai skema sertifikasi.

“Misalnya peserta Bergerak dibidang alat berat dalam hal ini sio ( surat izin operator ) dan legalitas perusahaan serta industri,” jelasnya

Terkait durasi pelatihan, ia menyebutkan waktunya bervariasi tergantung jenis sertifikasi.

“Untuk sertifikasi K3 Umum, pelatihannya sekitar dua minggu, dilengkapi praktik dan ujian. Sementara sertifikasi lainnya ada yang sekitar satu minggu,”tutup Nurizah Sidiq. (*/Ali)

Comments (0)
Add Comment