CILEGON – Perumda Air Minum (PDAM) Cilegon Mandiri memastikan pembangunan pipa jaringan air bersih di wilayah Merak telah selesai secara fisik dan saat ini memasuki tahap uji tekan untuk memastikan kualitas serta keamanan.
Direktur Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ikhwan Kurniawan, mengatakan pekerjaan pemasangan pipa yang dimulai dari kawasan PT INEOS hingga ASDP Merak sepanjang sekitar 5,3 kilometer telah rampung pada 5 Januari 2026.
“Saat ini pipa masih dalam proses uji tekan. Dari hasil pemantauan sejak 5 Januari hingga 27 Januari 2026, tidak ditemukan indikasi kebocoran. Tekanan air yang diterima sekitar 6 bar dan angka pada water meter induk masih di posisi nol,” kata Ikhwan, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, uji tekan dilakukan menggunakan sistem pemantauan digital berbasis retrofit yang terhubung langsung ke ruang kontrol PDAM.
Dengan sistem tersebut, kebocoran dapat terdeteksi tanpa harus turun langsung ke lapangan.
Ikhwan mengungkapkan, pelaksanaan proyek sempat mengalami perpanjangan waktu karena kendala cuaca dan faktor teknis.
Curah hujan tinggi pada Desember 2025 membuat proses pengelasan pipa tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Pengelasan pipa harus dilakukan dalam kondisi tertentu. Jika dipaksakan saat hujan, dikhawatirkan sambungan tidak sempurna dan berpotensi bocor,” ujarnya.
Selain itu, proses pemasangan juga membutuhkan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, khususnya pabrik-pabrik yang dilintasi jalur pipa, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat sebagian besar jalur pipa berada di koridor rel kereta api.
“Atas pertimbangan tersebut, masa kontrak yang semula berakhir 26 Desember 2025 diperpanjang hingga 25 Januari 2026. Namun pekerjaan fisik telah selesai lebih awal pada 5 Januari,” katanya.
Ikhwan menegaskan informasi yang menyebut proyek dibayar 100 persen meski belum selesai tidak benar. Hingga kini, pembayaran baru dilakukan hingga termin ketiga dari total empat termin pekerjaan.
Seiring rampungnya pembangunan segmen pertama, PDAM Cilegon juga mulai mengembangkan layanan dan melakukan komunikasi dengan calon pelanggan di wilayah Merak dan sekitarnya.
“Segmen satu sudah bisa dimanfaatkan sambil menunggu penyelesaian segmen dua dan tiga. Pemasaran tetap kami lakukan agar air dapat segera terserap masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek JTU Merak ditujukan terutama untuk meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah perbukitan Kecamatan Grogol.
Namun, pemanfaatan penuh untuk wilayah perbukitan masih menunggu penyelesaian segmen lanjutan.
“Saat ini masih dalam masa perawatan selama enam bulan, sambil terus dilakukan uji tekan untuk memastikan jaringan benar-benar aman,” kata Ikhwan.***