Puluhan Miliar APBD Terkuras, Aktivis Soroti Gedung Medical RSUD Cilegon Baru Setahun Sudah Rusak

 

CILEGON — Pembangunan Gedung Medical RSUD Kota Cilegon yang baru berusia sekitar satu tahun mulai menuai sorotan.

Sejumlah bagian fisik gedung dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas proyek yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut.

Berdasarkan informasi dari sumber Fakta Banten, pada Tahun Anggaran 2024, Pemerintah Kota Cilegon mengalokasikan dana APBD sebesar Rp50.324.070.000 untuk pembangunan gedung medical.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Himindo Citra Mandiri dengan PT Dellasonta Moulding International sebagai konsultan pengawas. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 17 Mei hingga 12 Desember 2024.

Namun, menurut pengamatan masyarakat, penyelesaian proyek tersebut molor dari jadwal.

“Itu juga molor, karena dalam pengamatan saya sampai lewat bulan Desember masih belum selesai dikerjakan. Entah karena apa bisa molor itu, diduga karena hitungan progres yang salah atau pihak ketiga memang tidak sanggup,” ujar Aktivis Pemerhati Pembangunan Cilegon, Hamami Hambali, Jumat (21/11/2025).

Hamami juga menyoroti kerusakan dinding luar gedung yang tampak ambrol. Ia menduga pemasangan material cashing outdoor dikerjakan terburu-buru sehingga tidak kokoh dan mudah terlepas saat diterpa angin.

“Ini amat disayangkan karena baru sekitar satu tahun dibangun tapi sudah rusak. Kita jadi khawatir pada kualitas komponen lainnya,” ujarnya.

“Untung pas kejadian tidak ada orang di bawah. Coba kalau sampai makan korban bagaimana?” tambahnya.

Hamami meminta Manajemen RSUD Cilegon segera memperbaiki kerusakan tersebut.

Ia juga menyoroti adanya proyek lanjutan gedung medical bernilai sekitar Rp26 miliar yang beberapa waktu terakhir sempat terhenti karena kendala pada laman LPSE.

“Seharusnya pemenang tender ada di harga Rp24 miliar. Ada apa? Lantas apakah proyek lanjutan gedung Medical Center ini keburu dikerjakan dengan waktu kurang dari 60 hari?” katanya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Cilegon, dr. Lendy Delyanto, menyampaikan bahwa kerusakan tersebut saat ini tengah diperbaiki oleh kontraktor pelaksana, yakni PT Himindo Citra Mandiri.

“Ya, lagi proses perbaikan oleh kontraktor yang mengerjakan. Bagian ini memang dilepas dulu untuk diperbaiki kembali,” ujarnya.

Lendy menegaskan bahwa perbaikan tersebut tidak menggunakan anggaran tambahan karena masih menjadi tanggung jawab kontraktor dalam masa pemeliharaan.

“Sedang diperbaiki tanpa biaya karena masih ada jaminan dari kontraktor,” tegasnya.***

Comments (0)
Add Comment