Rekayasa Lalu Lintas Cilegon Hari Pertama Ramadhan: Sejumlah Titik Masih Sepi

 

CILEGON – Hari pertama penerapan rekayasa lalu lintas di Kota Cilegon pada awal Ramadhan masih berjalan tanpa hambatan.

Pantauan Fakta Banten di beberapa titik menunjukkan kondisi lalu lintas masih sepi dan lancar, berbeda dari prediksi kepadatan yang biasanya terjadi pada jam menjelang berbuka puasa.

Di titik pertama, tepatnya di depan Pemkot Cilegon, rekayasa lalu lintas sudah diterapkan dengan penutupan jalan.

Namun, tidak terlihat keberadaan petugas Satlantas yang berjaga di lokasi.

Hal yang sama terjadi di titik kedua, yaitu di kawasan Temu Putih menuju Masjid Agung Cilegon, di mana belum ada penerapan rekayasa karena arus kendaraan masih tergolong sepi.

Selain itu, di titik ketiga yang dipantau, kondisi lalu lintas juga masih terpantau normal tanpa ada pengaturan khusus dari kepolisian.

Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan rekayasa lalu lintas yang telah diumumkan sebelumnya oleh Satlantas Polres Cilegon.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Cilegon, Iptu Ahmad Kamil, menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas yang masih lengang disebabkan oleh hari libur dan awal Ramadhan, di mana masyarakat masih memiliki persediaan makanan untuk berbuka.

“Perkiraan dalam lima hari ke depan, arus lalu lintas di kota akan meningkat seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang mencari takjil atau berbelanja kebutuhan Ramadhan dan Lebaran,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (1/3/2025).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar, terutama pada jam sibuk menjelang berbuka puasa. Selain itu, langkah ini diambil untuk meminimalisir angka kecelakaan yang sering terjadi akibat peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Tujuan kami intinya menciptakan situasi lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Meminimalisir angka kecelakaan dan fatalisan korban kecelakaan lalu lintas,” jelas Kamil.

Sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas ini juga telah dilakukan melalui berbagai media, seperti Instagram, Facebook, radio lokal, serta grup WhatsApp komunitas industri, lingkungan RT/RW, dan Bhabinkamtibmas.

“IG, Facebook, one radio dan whatsapp ke group industri Krakatau Steel, Merak, Ciwandan, PHRI, Bhabinkamtibmas se-Polres Cilegon, lingkungan baik RT atau RW,” pungkasnya.

Meski demikian, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas masih belum sepenuhnya berjalan efektif.

Beberapa titik yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus justru tidak diawasi oleh petugas.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, terutama saat kepadatan lalu lintas mulai meningkat.

Satlantas Polres Cilegon juga mengajak warga untuk mengikuti informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas agar perjalanan lebih nyaman selama Ramadhan.

Lebih lanjut, anggota Satlantas yang berada di lokasi kejadian juga menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan secara bertahap dan bersifat situasional.

Artinya, penerapan akan menyesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan di masing-masing titik strategis.

“Situasional, masyarakat masih ingin pada buka di rumah, jadi sepi. Diterapkan ini nanti kalau sudah ramai,” kata Putut.

Berikut beberapa aturan yang sudah diberlakukan, antara lain:

1. Kendaraan dari arah Anyer menuju Cilegon atau Serang tidak bisa lagi berputar balik di depan Kodim, Pemkot, Polres, atau Landmark.

Pengendara harus memutar melalui depan Transmart atau belakang Kodim dan Pemkot, kemudian melewati samping Masjid Al-Hadid sebelum masuk ke jalan raya samping Landmark atau Simpang Cilegon.

2. Kendaraan dari arah Temu Putih menuju Stasiun Cilegon, Masjid Agung, atau RS Kurnia tidak bisa langsung belok kanan seperti biasa.

Kini, mereka diwajibkan belok kiri terlebih dahulu, lalu memutar di Simpang Landmark sebelum bisa melanjutkan perjalanan ke stasiun atau masjid.

3. Kendaraan dari arah PCI menuju Bojonegara, Tol Cilegon Timur, atau Serang juga mengalami perubahan arus.

Biasanya, mereka hanya perlu lurus lalu belok kanan ke lampu merah untuk masuk tol. Namun, dengan aturan ini, mereka harus berbelok kiri lebih dulu ke Jalan Raya, kemudian melakukan putar balik di U-turn samping SPBU. (*/Hery)

Comments (0)
Add Comment