CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon meresmikan Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Cilegon di Kecamatan Citangkil, Selasa (29/7/2025).
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan itu secara bertahap dan terencana.
“Memang pembangunannya dilakukan bertahap, karena saat ini masih ada yang menumpang sekolah. Tetapi arah kebijakan kami jelas, agar kebutuhan pendidikan bisa terpenuhi secara optimal,” ujar Robinsar saat memberikan keterangan di lokasi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan lanjutan direncanakan pada awal tahun mendatang agar hasilnya lebih maksimal.
“Kalau dibangun mulai awal tahun, waktu pengerjaan lebih panjang dan hasilnya bisa lebih baik,” katanya.
Terkait wacana percepatan pembangunan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), Robinsar menyebut hal itu tidak memungkinkan.
“Sekarang baru bulan Agustus. Kalau mengejar ABT, waktunya terlalu mepet. Tapi saya rasa aman, karena ini hanya lima ruang kelas. Struktur bangunannya pun sederhana, hanya fondasi, tiang, bata, dan pengecoran dasar. Jadi lima bulan pembangunan seharusnya cukup,” jelasnya.
SMPN 14 Cilegon telah memiliki 15 rombongan belajar (rombel) yang sebelumnya masih menumpang di sekolah lain. Namun gedung yang tersedia baru mencakup tiga ruang kelas.
“Tahun ini ditambah lima ruang kelas lagi, dan tahun depan kemungkinan akan ditambah secara bertahap. Kami akan fokus menuntaskan kebutuhan rombel dan mebeler secara merata di tahun 2026,” kata Robinsar.
Menurutnya, program rehabilitasi dan pembangunan sekolah akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang telah diidentifikasi mengalami kerusakan ringan hingga berat.
“Tahun 2026 kami targetkan program ini lebih rigid dan terukur. Lebih baik sedikit program, tapi jelas sasaran dan manfaatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyambut baik telah ditemukannya gedung baru SMPN 14.
“Alhamdulillah, hari ini secara resmi SMPN 14 mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Anak-anak dan dewan guru sudah pindah dari lokasi sebelumnya di SD Kubang 41 dan SD Taman Sari 1,” jelas Heni.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pembelajaran dilakukan dalam dua sesi, pagi dan siang, karena ruang kelas masih terbatas.
“Meskipun baru tersedia tiga ruang kelas dan satu ruang guru serta fasilitas toilet, kami sudah menyiapkan skema belajar bergilir,” ujarnya.
Heni menambahkan, pembangunan tambahan ruang kelas dan pematangan lahan akan dilakukan tahun ini.
“Tanah sekolah ini luasnya 7.000 meter persegi, dan baru sebagian kecil yang digunakan. Ke depannya bisa dikembangkan untuk bangunan tambahan, sarana prasarana, termasuk lapangan upacara,” jelasnya.
Dengan beroperasinya gedung SMPN 14, saat ini seluruh SMP negeri di Kota Cilegon telah memiliki gedung sendiri.
“Ini sesuai harapan bersama, agar tidak ada lagi siswa yang menumpang belajar di sekolah lain,” pungkas Heni.(*/Nandi).