CILEGON– Sejumlah orang tua dari purna Paskibraka Kota Cilegon Tahun 2024 mendatangi gedung DPRD Kota Cilegon pada Kamis (24/7/2025), untuk mempertanyakan kejelasan mengenai reward yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Kedatangan mereka sekaligus menjadi bentuk kekecewaan atas ketidakpastian realisasi hadiah perjalanan wawasan kebangsaan yang seharusnya diberikan sejak akhir tahun lalu.
Salah satu orang tua, Rita, menyampaikan kepada wartawan bahwa dirinya bersama orang tua lainnya merasa telah dibohongi oleh pihak OPD terkait.
Ia mengaku bahwa reward berupa perjalanan yang dijanjikan sejak Oktober 2024 hingga kini tak kunjung terealisasi.
“Tapi sudah beberapa kali dijanjikan, mundur lagi, mundur lagi, sekarang sudah dihubungi,” ujar Rita dengan nada kecewa.
Sebelum meluapkan aspirasi ke gedung dewan, para orang tua ini sebelumnya telah mencoba menemui Kepala Badan Kesbangpol Cilegon, Sri Widayati, langsung di kantornya.
Namun upaya tersebut gagal karena pejabat bersangkutan tidak berada di tempat.
Tambah Rita, pihaknya merasa dipermainkan karena tidak ada kejelasan soal pelaksanaan reward yang seharusnya menjadi penghargaan bagi para purna pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Cilegon tahun 2024.
“Kita sudah berkomunikasi berkali-kali dan katanya mau berangkat Maret 2025, tapi tidak ada kejelasan sampai sekarang,” imbuhnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Juleha, salah satu orang tua yang turut hadir dalam aksi tersebut.
Ia menyayangkan sikap Badan Kesbangpol yang dinilainya tidak transparan dalam menyampaikan perkembangan dan kendala terkait program reward tersebut.
“Sama DPR kita hearing, sama Walikota juga sudah kami temui, tapi gak ada kejelasan itu,” ungkap Juleha.
Ia menilai para orang tua berhak mendapatkan penjelasan rinci atas alasan tertundanya keberangkatan anak-anak mereka.
Apalagi reward ini bukan hanya janji simbolik, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi para pelajar yang telah mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun lalu.
Menanggapi protes dari para orang tua, Kepala Badan Kesbangpol Kota Cilegon, Sri Widayati akhirnya memberikan penjelasan.
Ia meminta para orang tua untuk bersabar karena saat ini pihaknya tengah menunggu proses pengesahan perubahan anggaran yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut.
“Perubahan anggaran kita kemarin sudah hearing, sudah ACC oleh dewan, berarti tinggal nunggu pengesahan, setelah pengesahan berarti kami langsung melaksanakan kegiatan ini,” ujar Sri, Kamis (24/7/2025).
Sri memastikan bahwa DPRD Kota Cilegon pun telah mendorong pihaknya agar reward tersebut segera dilaksanakan setelah proses anggaran selesai. Namun ada kendala teknis yang membuat proses itu harus menunggu.
“Dewan juga sudah minta untuk itu segera dilaksanakan, kami akan melaksanakan setelah perubahan,” katanya.
Sri menjelaskan bahwa keterlambatan ini dipicu oleh kesalahan pada kode anggaran yang sebelumnya digunakan. Akibatnya, seluruh kegiatan yang direncanakan tidak dapat dieksekusi tanpa pengesahan perubahan.
“Karena ada kode anggaran yang salah, enggak bisa dong kita laksanakan, jadi harus menunggu perubahan anggaran,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rencana awal membawa peserta Paskibra ke luar daerah terhambat oleh peraturan baru yang tidak memperbolehkan perjalanan luar kota. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk menunaikan janji.
“Awalnya kami akan membawa adik-adik ini kan jauh, ternyata kan kita ada aturan tidak boleh membawa keluar, tapi kami tetap harus memenuhi janji-janji kami,” tegasnya.
Sebagai solusi, Kesbangpol telah menyusun dua tujuan alternatif untuk kegiatan wawasan kebangsaan yang akan segera dilaksanakan setelah anggaran disahkan.
“Kita sudah agendakan, nanti kita akan bawa adik-adik ke dua lokus, yang pertama ke SPI sekolah penerbangan, yang kedua itu ke universitas pertahanan,” tutup Sri.(*/ARAS)