CILEGON — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon melalui Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup, Mulyadi Sanusi, menggelar pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk membahas potensi risiko dan bahaya industri kimia di daerah tersebut, Rabu (19/11/2025).
Mulyadi yang akrab disapa Cak Moel menyebut bahwa Cilegon sebagai kawasan industri kimia memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.
Ia menilai potensi kegagalan teknologi industri menjadi ancaman serius yang setiap hari membayangi keselamatan ribuan warga.
“Cilegon ini wilayah industri kimia yang potensi bahayanya luar biasa. Sekian puluh tahun industri berdiri, kelihatannya masyarakat masih belum tersadarkan tentang berbagai potensi bahaya,” ujar Cak Moel.
Menurutnya, masyarakat perlu dipersiapkan agar lebih adaptif dan responsif terhadap ancaman industri, sebagaimana masyarakat di wilayah rawan bencana alam.
Meski bencana alam jarang terjadi, namun potensi bahaya industri justru terus mengintai setiap saat.
“Kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat, memberikan pemahaman serta menambah wawasan mereka agar tahu bagaimana merespons ancaman industri,” jelasnya.
Cak Moel juga menyoroti perlunya sinergitas antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menghadapi dampak risiko lingkungan.
Ia menyebut adanya kondisi yang ia istilahkan sebagai “kesalahan berjamaah” yang selama ini terjadi di Cilegon.
“Kesalahan berjamaah ini harus kita perbaiki bersama. Kita tidak bicara business as usual, tapi bicara tentang keberlangsungan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya edukasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk memastikan keselamatan masyarakat Cilegon yang hidup berdampingan dengan industri kimia berskala besar.***