CILEGON – Rumah Sakit (RS) Hermina Cilegon kembali jadi sorotan publik. Sejumlah keluhan warga bermunculan di media sosial, menuding pihak rumah sakit diduga kerap menolak pasien, khususnya yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Gelombang kecaman itu ramai setelah akun TikTok @fakatabanten mengunggah pernyataan Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang meminta semua rumah sakit di wilayahnya agar mengutamakan aspek kemanusiaan.
Unggahan tersebut justru banjir komentar warganet yang menyoroti buruknya pelayanan RS Hermina.
Seorang warganet dengan akun @apa? mengungkapkan pengalaman pahit saat membawa anaknya yang mengalami ketuban rembes ke RS Hermina.
Bukannya ditangani, justru disebut “air pipis” dan diminta pulang. Kondisi baru ditangani setelah kritis hingga harus operasi darurat.
“Anak ku hampir nggak selamat gara-gara perawat Hermina… ketuban rembes disuruh pulang, dibilang air pipis. Sampai ketuban habis baru masuk ruang operasi, itu pun sampai ada pasien lain yang mau operasi dipaksa keluar biar anak saya duluan,” tulisnya, dikutip Senin (18/8/2025).
Keluhan senada juga datang dari @farida_04.5 yang menuturkan anaknya tak segera ditangani meski sudah mengalami kejang akibat demam tinggi.
“Udah dua jam lebih nunggu cuma administrasi, penanganan sangat lambat,” keluhnya.
Akun @user6711978373673 bahkan mengaku sudah sering melihat pasien ditolak di RS Hermina.
“Saya selaku ketua RT sering bawa warga ditolak. Kalau nggak dilawan, nggak dilayani,” tegasnya.
Sementara akun @Ibnu sabil menilai RS Hermina sengaja memprioritaskan pasien umum dibanding peserta BPJS.
“Sistemnya amburadul, perawat minim informasi, pasien BPJS dipersulit,” ungkapnya.
Kemarahan publik makin tersulut setelah salah satu warganet, @Toko Nda Berkah Jaya, menilai RS Hermina tidak layak beroperasi.
“Udah tutup aja rumah sakit kayak gitu, cabut perizinannya, Pak Wali,” tulisnya.
Sementara itu diberitakan, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa rumah sakit—baik milik pemerintah maupun swasta—harus menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas.
“Semuanya memang punya SOP, apalagi BPJS ada aturannya. Tapi saya berpesan, utamakan kemanusiaan,” tegasnya.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen RS Hermina Cilegon belum memberikan klarifikasi meski sudah dihubungi berkali-kali.
Kondisi ini kian menguatkan dugaan publik bahwa layanan kesehatan di RS Hermina masih jauh dari kata layak, khususnya bagi pasien BPJS yang semestinya dijamin haknya. (*/Nandi)