CILEGON – Menggali inspirasi tak akan pernah ada habisnya, bagi manusia yang mau belajar.
Belajar dari pengalaman orang lain, merupakan salah satu kiat jitu untuk bisa menjalani hidup lebih baik. Seperti inspirasi yang datang dari Lurah Bagendung, Kecamatan Cilegon, Safiudin, yang mempunyai prinsip dalam menjalani hidup dan jabatan tujuan utamanya adalah untuk ibadah meraih ridho Allah SWT.
Berangkat dari keluarga yang sederhana, dengan profesi Ayah sebagai guru agama di SD Negeri, dan Ibu mengurusi rumah tangga, tidak menyurutkan langkah Safiudin kecil saat itu, untuk terus semangat menempuh pendidikan.
Safiudin bercerita, di sela-sela kegiatannya bersekolah, ia jalani sambil bekerja membantu usaha keluarga
“Saya 13 bersaudara, saya anak ke-4, dulu ada usaha kakek itu mencetak genteng. Dan itu saya lanjutkan, semenjak Sekolah Aliyah di Al-Jauharotunaqiyah Cibeber sampai kuliah, saya cetak genteng. Karena dulu sehabis lulus Madrasah berhenti satu tahun, karena banyak yang ingin sekolah sedang biaya pas-pasan, saya mengalah,” kenang Safiudin, saat berbincang santai dengan Fakta Banten, belum lama ini.
Semangat hidup yang tak ada habisnya, menjadikan Safiudin tidak tinggi hati setelah kini ia mengemban jabatan sebagai Lurah.
“Hakikatnya manusia itu lahir tidak membawa apa-apa, maka mati juga tidak membawa apa-apa. Saya biasa merih (hidup prihatin), karena bukan dari kalangan orang punya. Jadi yah biasa aja, sampai dulu waktu kuliah saya tidak ikut Ujian Akhir Semester (UAS) selama 3 hari karena genteng saya tidak laku-laku tahun 1996,” ungkapnya.
Setelah menimba ilmu di luar daerah, Safiudin kemudian pulang ke kampung asalnya dan mengajar di Madrasah Diniyah sambil bekerja di Kantor Urusan Agama (KUA).
Selain bekerja, Safiudin muda saat itu juga aktif di organisasi kepemudaan, yakni di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Safiudin tak pernah bercita-cita menjadi Lurah, ia mengaku hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat dan terus berusaha istiqomah kepada Tuhan.
“Nggak ada pikiran saya mengarah ke sana, hanya ingin bermanfaat bagi sesama. Tahun 2009 saya di tarik ke Pemkot oleh Camat Cilegon waktu itu, dan 2014 saya jadi Kepala Sesi (Kasi) Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Lebak Denok, pada 2017 saya diamanahkan sebagai Lurah di Bagendung,” ceritanya soal karir yang diembannya saat ini.
Dalam posisinya saat ini, ia ingin menjadikan Kelurahan Bagendung menjadi daerah yang mandiri dan meningkatkan kualitas SDM masyarakatnya.
“Rencana saya melalui Musrenbang akan mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Bagendung, dan Medical Center. Melalui Koperasi melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan bisa mandiri dalam ekonomi,” tuturnya bercerita tentang program yang sedang digagas.
Kini, Safiudin merasa posisinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa menjadi jalan untuk mewujudkan cita-citanya bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. (*/Doa-Emak)
[socialpoll id=”2513964″]