CILEGON – Warga Cisuru RT 03 RW 06, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, menilai statement Sumadi Madasik caleg gagal dari PKS di Daerah Pemilihan (Dapil ) IV Pulomerak – Grogol yang memutus aliran air bersih di berbagai media itu telah membohongi publik, khususnya masyarakat Cisuru.
Jumani salah seorang warga Cisuru mengaku keberatan dengan statement yang dilontarkannya di media online, tentang kepeduliannya yang memberikan sumber air bersih kepada warga.
Menurut warga, apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan kenyataan, salah satu contoh tentang penyaluran air yang diklaim sudah empat tahun berjalan, padahal air itu baru disalurkan pada 18 November 2021 dan diputus 18 Februari 2024 pasca Pemilu.
“Pak Sumedi itu membohongi publik, saya sangat keberatan dengan statement yang dilontarkannya soal penyaluran air. Dari catatan yang ada di kami baru 2,5 tahun air itu disalurkan bukan empat tahun, jadi apa yang dikatakannya membohongi publik,” tutur Jumani, belum lama ini.
Jumani menjelaskan, sebelum mengambil air milik Pak Sumedi, warga Cisuru mengambil air dari sumber air bantuan dari pemerintah, namun seiringnya waktu sumber air itu mengering dan pada tahun 2021 baru sumber air untuk warga itu pindah ke sumur milik Sumedi.
“Ada 62 KK yang ikut mengambil air dari sumber mata air Pak Sumedi dengan setoran Rp 5000 per kubikasi, setiap bulan uang yang kami setorkan bervariasi dari Rp 1,9 juta hingga Rp 2 juta perbulannya. Jadi kami tidak cuma-cuma menikmati air itu,” katanya.
Jumani menambahkan, sebelum mencalonkan diri menjadi caleg, Sumedi sempat berkata di hadapan warga bahwa pencalegannya tidak akan dikaitkan dengan sumber air yang disalurkan untuk warga.
Warga juga mengaku tidak ada bahasa komitmen agar warga mencoblosnya di Pileg tersebut.
“Makanya kami warga merasa aneh, ketika hasil suaranya tidak maksimal, kenapa dia (Sumedi) langsung memutus saluran air itu. Padahal jelas – jelas dia sempat ngomong kalau pencalegannya tidak ada sangkut pautnya. Terus terang dengan statementnya itu kami warga Cisuru sangat keberatan dan itu pembohongan publik,” tandasnya. (*/Red)