CILEGON — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, calon Ketua Karang Taruna Tunas Mekar Gerem, Suherdi, menggelar kegiatan “Mancing Lele Bersama” yang disambut antusias warga Lingkungan Singkil.
Kegiatan berlangsung di Kali Singkil, Lingkungan Singkil RT 03 RW 08, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Minggu (15/2/2026).
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.
Suherdi mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan pemuda dengan masyarakat.
“Kami ingin mendukung dan membantu masyarakat Lingkungan Singkil. Lewat kegiatan mancing ini, kami bisa lebih dekat dan membaur dengan warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan visi dan misinya sebagai calon Ketua Karang Taruna Tunas Mekar Gerem.
Menurutnya, kepemudaan harus hadir melalui aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Visi misi kami sederhana, apa yang masyarakat butuhkan akan kami bantu, bukan hanya kegiatan seremonial,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah membantu pemasangan penerangan jalan di Lingkungan Sumur Wuluh guna meningkatkan keamanan warga.
“Bulan lalu kami membantu penerangan jalan karena itu akses utama masyarakat Gerem agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain itu, Suherdi dan tim juga aktif mendukung kegiatan olahraga, khususnya bola voli, yang melibatkan pemuda setempat.
Ke depan, jika terpilih menjadi Ketua Karang Taruna, ia berkomitmen untuk selalu hadir dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Langkah pertama adalah mendekatkan diri dengan masyarakat Gerem, mendengar keluhan mereka, dan membantu semampu kami,” ujarnya.
Ketua RT 03 RW 08, Subadah, menilai Suherdi sebagai sosok pemuda yang peduli terhadap lingkungan dan warganya.
“Suherdi sudah banyak membantu warga Gerem, mulai dari kegiatan olahraga, penerangan jalan, hingga kegiatan mancing ini,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Panitia menebar sekitar 15 kilogram ikan lele dengan hadiah bagi pemenang.
Panitia pelaksana, Soleh, mengungkapkan kondisi Kali Singkil kini semakin bersih dan nyaman.
“Sekarang sudah tidak ada sampah plastik. Anak-anak juga sering mandi di kali ini,” ujarnya.
Menurutnya, Kali Singkil berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal karena airnya bersih dan berasal langsung dari pegunungan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung pengembangan kawasan tersebut menjadi objek wisata yang dapat menggerakkan UMKM lokal.
“Mudah-mudahan pemerintah dapat membantu agar tempat ini menjadi kawasan wisata,” pungkasnya. (*/Ali)