CILEGON – Tumpukan sampah di Kali Langonsari yang membentang di wilayah Kelurahan Tamansari dan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, dikeluhkan warga.
Selain mengotori lingkungan, kondisi kali yang dipenuhi sampah dengan air menghitam itu kini memicu maraknya nyamuk dan memunculkan bau tak sedap.
Warga menduga sampah terbawa aliran air dari kawasan pegunungan saat musim hujan.
Namun, ketika musim kemarau tiba dan debit air menurun, sampah mengendap hingga menumpuk di sepanjang aliran kali.
”Kalau kemungkinan besar ini dari gunung. Saat musim hujan, sampah terbawa air. Tapi begitu kemarau, sampah mengendap karena aliran air kurang,” ujar Suprianto, warga setempat saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/10/2026).
Sementara itu, warga Langonsari lainnya, Amin, mengaku telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Imbauan bahkan rutin disampaikan melalui pengeras suara di majelis taklim.
”Di setiap majelis saya sudah sampaikan agar jangan buang sampah ke kali. Lewat pengeras suara juga sering diingatkan, tetapi masih ada saja yang mengabaikan,” kata Amin.
Menurut Amin, selain tumpukan sampah, pendangkalan kali juga terjadi setiap tahun dengan perkiraan mencapai 10 sentimeter.
Kondisi ini dikhawatirkan memperburuk aliran air dan memicu banjir saat hujan deras.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pembersihan serta pengerukan kali secara berkala.
Selain itu, warga mengusulkan adanya pembenahan saluran air menuju laut serta penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai di pemukiman.
”Apalagi tumpukan sampah dan baunya sudah mengganggu kenyamanan warga, termasuk anak-anak di sekolah. Kami berharap ada penanganan cepat agar aliran air lancar dan nyamuk berkurang,” pungkasnya.***